Lebaran 1433 hijriyah

Penumpang Pesawat Diprediksi Naik

Kompas.com - 31/07/2012, 14:14 WIB

BANDUNG, KOMPAS — Moda transportasi udara diprediksi menjadi primadona baru dalam arus mudik Lebaran mendatang. Sejak tahun lalu, jumlah penumpangnya mencapai peningkatan yang lebih dinamis dibandingkan dengan jumlah penumpang moda lainnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Jawa Barat pada Lebaran tahun lalu, jumlah penumpang pesawat meningkat 37 persen dari 18.827 orang menjadi 25.812 orang. Kenaikan itu lebih tinggi daripada moda transportasi darat yang meningkat tidak sampai 1 persen.

"Untuk tahun ini, kami memperkirakan kenaikan penumpang pesawat mencapai 92 persen menjadi 49.776 orang," kata Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dicky Saromi dalam Rakor Persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2012 di Markas Polda Jabar, Selasa (31/7/2012).

Menurut Dicky, pembukaan rute baru dan tarif yang bersaing membuat pesawat makin dilirik sebagai moda transportasi mudik yang paling efektif. Ditambah lagi, penurunan jumlah penumpang kereta api akibat kebijakan 100 persen kapasitas penumpang membuat alternatif lain harus segera diambil.

Dengan kemudahan transportasi, Dicky memperkirakan puncak arus mudik penumpang pesawat pada H-1 Lebaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau