JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diuji pada perdagangan awal bulan ini, Rabu (1/7/2012) ini.
Sentimen dari sisi eksternal membuat pergerakan indeks diprediksi bervariasi. Tiga indeks utama di Wall Street melemah semalam. Pelaku pasar berharap-harap cemas akan adanya paket stimulus baru bagi Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones industrial average turun 64,33 poin (0,49 persen) ke level 13.008,68. Indeks S&P500 melemah 0,43 persen, sementara Indeks Nasdaq melorot 0,21 persen.
IHSG sendiri kemarin ditutup naik signifikan 43 poin (1,05 persen) ke level 4.142,33 dengan jumlah transaksi sebanyak 8,41 juta lot atau setara Rp 6,16 triliun.
Investor asing masuk ke bursa domestik dengan catatan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 1,2 triliun dengan saham yang paling banyak dibeli antara lain ASII, BBRI, BMRI, INTP, dan BBCA. Mata uang rupiah juga terapresiasi ke Rp 9.467 per dollar AS.
Tim riset eTrading Securities menyatakan, secara teknikal kenaikan IHSG kemarin membuat indeks lepas dari resistance sideways IHSG selama ini di level 4.090. Itu memunculkan kemungkinan dalam waktu dekat indeks akan mencapai 4.170.
MACD Histogram memang kurang menjanjikan, karena kenaikannya sangat terbatas. Namun faststochastic cukup menjanjikan, karena telah keluar dari area bearish menuju area bullish.
Hari ini indeks diperkirakan mencoba konsolidasi ke level 4.090 sebelum menuju 4.170. Sentimen bervariasi akan berlanjut. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah CMNP,KAEF, ADMG, GJTL dan BBNI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang