Masjid dan Sekolah di Aleppo Penuh Pengungsi

Kompas.com - 01/08/2012, 08:29 WIB

ALEPPO, KOMPAS.com - PBB mengatakan sekolah-sekolah dan masjid-masjid di kota Aleppo, Suriah penuh dengan pengungsi yang mencoba menyelamatkan diri dari pertempuran.

Melissa Fleming, juru bicara badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan ribuan penduduk yang ketakutan berlindung dari pertempuran di masjid, sekolah dan gedung fasilitas umum lain. "Mereka adalah orang yang belum berhasil keluar dari kota dan belum merasa aman untuk menyelamatkan diri," katanya.

"Ada 32 sekolah di Aleppo dan kami dengar atau saksikan di setiap sekolah terdapat sekitar 250 sampai 300 orang yang berlindung, banyak di antaranya keluarga dengan anak-anak," kata Flemming.

UNHCR juga mengatakan sekitar 7.000 orang berlindung di kampus dan asrama universitas.

Secara keseluruhan kata Flemming, antara 15.000 sampai 18.000 orang mengungsi ke berbagai fasilitas umum.

Pengawas PBB di Suriah yang dikerahkan untuk mengawasi gencatan senjata yang tidak diterapkan mengatakan tentara menggunakan helikopter, tank, dan artileri dalam serangan terhadap pemberontak yang menguasai kota dalam serangan yang dimulai tanggal 20 Juli lalu.

Hari Keempat

PBB menyerukan kepada kedua belah pihak untuk melindungi warga sipil yang berusaha mengungsi ke berbagai fasilitas umum. Bentrokan antara pasukan pemerintah dan pemberontak di Aleppo ini memasuki hari keempat, Selasa (31/07).

Televisi Suriah mengatakan pasukan pemerintah menyebabkan korban besar terhadap 'kelompok teroris' di Aleppo dan juga mengklaim keberhasilan pemerintah di Homs.

Ribuan pengungsi mengalir keluar dari Aleppo, kota perdagangan Suriah.

Sementara itu, Amerika dan Turki sepakat untuk meningkatkan upaya mencapai 'transisi politik' di Suriah. Rencana transisi ini mencakup mundurnya Presiden Bashar al-Assad, kata Gedung Putih.

Menurut TV Suriah, pasukan pemerintah mengepung beberapa kawasan di Aleppo. Hari Senin (30/07), TV Suriah melaporkan tentara menguasai daerah Salahedin, salah satu tempat yang dikuasai pemberontak. Namun para aktivis dan komandan pemberontak menyanggah pasukan pemerintah menguasai kawasan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau