NEW DELHI, KOMPAS.com- Media-media cetak di India mengecam pemerintah dan mengatakan dua peristiwa pemadaman listrik di awal pekan ini telah menjadi bahan tertawaan komunitas internasional. "Negara Adidaya India, RIP" atau "Negara Adidaya India, Beristirahat dalam Damai" demikian salah satu judul tulisan di halaman depan Harian Economic Times, edisi Rabu (1/7).
Di bagian judul itu juga dituliskan "The New Idea of India: Push 50 Percent into Darkness." Ini bisa diartikan sebagai "Ide Baru India: Mendorong 50 Persen ke Kegelapan".
Pemadaman listrik terjadi di India pada hari Senin dan Selasa lalu dan membuat gelap gulita kehidupan 600 juta warga India. Harian itu menambahkan, citra india sebagai hub teknologi informasi dan sebagai bagian dapur produksi dunia telah tercoreng. Demikian halnya harian lain seperti The Times of India, menuliskan judul "Powerless and Clueless" atau "Tak Berdaya dan Tak Memiliki Arah".
Harian ini menyindir keputusan pemerintah, yang mengatakan krisis itu sedang ditangani, karena mempromosikan Menteri Energi Sushilkumar Shinde menjadi Menteri Dalam Negeri.
Dilanjutkan bahwa di tengah krisis besar kelistrikan justru terjadi pergantian menteri. Harian itu mengatakan tindakan itu sama saja dengan menggantikan kapten Titanic yang sedang sempoyongan dan menuju dasar laut setelah menabrak gunung es.
"Jika kita tidak menuntut ketegasan politik untuk melakukan perubahan sistemik, hal serupa pasti akan terjadi lagi," demikian harian Times of India.
Harian Dainik Jagran yang berbahasa Hindi juga menuliskan hal yang kurang lebih serupa. "Rakyat tenggelam di balik Kegelapan Pemerintahan," demikian tulisan di halaman depan harian ini.
Ditambahkan, Delhi sungguh tidak berdaya, merujuk pada pemerintahan India, walau menambahkan bahwa hal serupa itu juga terjadi di negara lain.
"Namun jika di tempat lain pemadaman terjadi karena bencana alam, kejadian pemakaman listrik di India adalah hasil dari perencanaan buruk dan ketidakdisiplinan dalam waktu yang lama," lanjut harian itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang