Pergi ke Kebun, Bapak dan Dua Anak Tenggelam

Kompas.com - 01/08/2012, 15:20 WIB

KOTA PALOPO, KOMPAS.com -- Bapak bersama dua anaknya asal Desa Beringin Jaya, Kabupaten Luwu Utara dikabarkan menghilang. Rals (45) bersama anaknya, Illang (11) dan Indy (6) diduga terbawa arus sungai Rongkong saat pergi ke kebun pada Sabtu (28/7/2012).

"Seperti hari-hari biasa, bapak pergi ke kebun pada pagi hari, dan jelang sore baru kembali lagi ke rumah. Namun sejak pergi bersama anak 5 hari lalu, sampai sekarang dia tidak lagi pulang," ungkap mama Illang, yang cemas menunggu kedatangan suami dan anaknya.

Karena binggung menunggu suami dan dua anaknya yang tak kunjung pulang, mama Illang kemudian melaporkan hal itu ke pemerintah desa. Setelah memastikan ketiga orang tersebut tidak berada di kebun, petugas desa lalu melaporkan peristiwa ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

"Sementara kami mempersiapakan tim guna melakukan pencarian dengan menyusuri sungai Rongkong, karena dugaan sementara jika bapak dan dua anaknya terseret arus air," ungkap Andi Eviana, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Luwu Utara, Rabu (1/8/2012).

Menurut Andi, dugaan tenggelamnya bapak dan tiga anak itu diperkuat oleh adanya kesaksian salah seorang warga yang melihat ketiga korban sedang menimba air di tepi sungai pada Sabtu lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau