Kasus Kebakaran Tertinggi Terjadi di Jakarta Timur

Kompas.com - 01/08/2012, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga pertengahan tahun 2012 ini, tercatat ada 530 peristiwa kebakaran di Jakarta. Angka kejadian kebakaran tertinggi berada di wilayah Jakarta Timur, dengan jumlah 133 kejadian selama tujuh bulan ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Paimin Napitupulu mengatakan, peristiwa kebakaran di wilayah Jakarta ini umumnya terjadi karena hubungan arus pendek pada listrik.

"Penyebab utama memang biasanya karena masalah listrik, khususnya di daerah pemukiman padat," kata Paimin di Jakarta, Rabu (1/8/2012).

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, selain Jakarta Timur, kejadian kebakaran di Jakarta Barat juga cukup tinggi, sebanyak 116 kejadian. Kemudian disusul wilayah Jakarta Utara dengan 104 kejadian, Jakarta Selatan dengan 98 kejadian dan Jakarta Pusat dengan 79 kejadian.

Data tersebut berbeda dengan yang terjadi pada 2011 lalu. Wilayah Jakarta Timur justru berada di peringkat ketiga dengan 174 kejadian. Sementara di atasnya ada Jakarta Barat dengan 188 kasus, dan disusul oleh Jakarta Selatan 178 kasus. Selanjutnya, wilayah Jakarta Utara sebanyak 150 kasus dan Jakarta Pusat sebanyak 88 kasus.

Tercatat 56 kelurahan di ibu kota yang termasuk dalam kategori rawan kebakaran. Antara lain adalah Kelurahan Tambora, Kelurahan Bukit Duri, Kelurahan Johar Baru, Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Tanah Tinggi, Kelurahan Tanah Abang, Kelurahan Penggilingan, dan Kelurahan Manggarai.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau