PLN Bangun PLTA Baliem

Kompas.com - 01/08/2012, 21:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mulai membangun Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Baliem 2 kapasitas 50 megawatt (MW). Pembangkit itu akan memanfaatkan potensi aliran sungai Baliem, Provinsi Papua.

Demikian disampaikan Manager Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, dalam keterangan pers, Rabu (1/8/2012), di Jakarta. Direktur Utama PLN Nur Pamudji bersama dengan Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, dan Bupati Kabupaten Yahukimo, Ones Pahabol, menandatangani prasasti tanda dimulainya pembangunan PLTA Baliem hari Rabu di Wamena.

PLTA Baliem 2 kapasitas 50 MWditargetkan beroperasi komersial  pada tahun 2017. Berdasarkan hasil Hydro Power Potentials Study (HPPS) yang dilakukan tahun 1999, sepanjang Sungai Baliem memiliki potensi untuk membangkitkan lisrik hingga 880 MW. PLTA Baliem 2 sendiri memiliki potensi untuk dikembangkan hingga 170 MW.

Untuk tahap pertama, PLN akan membangun PLTA dengan kapasitas terpasang 50 MW yang terdiri dari 10 unit mesin berkapasitas masing-masing 5 MW. Pekerjaan pembangunan PLTA Baliem 2 terdiri atas dua pekerjaan yaitu pembangunan akses jalan  dan pembangunan utama. Total dana investasi yang dibutuhkan untuk kedua pekerjaan itu diperkirakan mencapai Rp 4,9 triliun.

Untuk mengawali pembangunan PLTA Baliem 2, PLN membangun jalan akses menuju lokasi proyek PLTA dari jalan yang ada sepanjang kurang lebih 20 km dengan menyusuri daerah lereng pegunungan. Selain membangun jalan akses, PLN juga akan membangun jaringan transmisi 70 kV sepanjang kurang lebih 35 kilometer yang akan mengalirkan listrik dari PLTA Baliem ke Gardu Induk Wamena, dan selanjutnya disalurkan kepada pelanggan PLN di Kota Wamena, Kurulu dan daerah sekitarnya.

Listrik yang dihasilkan PLTA Baliem 2 ini juga akan dapat dinikmati oleh masyarakat di beberapa daerah sekitar PLTA. Untuk mengalirkan listrik dari PLTA Baliem ke tujuh kabupaten lainnya, PLN juga akan membangun jaringan listrik 20 kV.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau