Motogp

Stoner Bangga Jadi Rival Lorenzo dan Pedrosa

Kompas.com - 01/08/2012, 23:01 WIB

KOMPAS.com - Akhir musim 2012 ini, Casey Stoner akan mengucapkan selamat tinggal kepada MotoGP. Pebalap Australia tersebut sudah memastikan bahwa dia pensiun setelah menyelesaikan kompetisi musim ini.

Tentu saja ada banyak kisah yang menyertai perjalanan juara dunia 2007 dan 2011 tersebut. Tetapi, yang paling diingat oleh pebalap Repsol Honda tersebut adalah rivalitas antara dirinya dengan pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, dan rekan setim, Dani Pedrosa.

Trio yang mendominasi MotoGP dalam dua musim terakhir ini memang pernah bertarung ketat ketika masih di kelas 125 cc dan 250 cc, sebelum naik ke kelas premier. Pedrosa dan Stoner pindah pada 2006, sedangkan Lorenzo pada 2008.

Dalam debut mereka di MotoGP, Lorenzo langsung bergabung dengan Yamaha dan kini menjadi pebalap nomor satu tim "Garpu Tala" tersebut. Sementara itu Stoner lebih dulu bergabung dengan Ducati, sebelum hengkang ke Repsol Honda dan menjadi rekan setim Pedrosa, pada 2011.

Ketiga pebalap ini selalu finis di posisi empat besar pada setiap musimnya, sejak 2008. Sedangkan pada musim ini, hanya mereka yang secara bergantian menguasai podium nomor satu, dari 10 seri yang sudah dilakoni, dan ada di posisi tiga besar daftar klasemen sementara. Andrea Dovizioso, yang ada di urutan keempat, tertinggal 50 poin dari Stoner di urutan ketiga.

"Saya sebenarnya cukup senang bertumbuh dan datang melalui kategori berbeda dengan keduanya," ujar Stoner. "Saya sudah mengalami balapan yang hebat dengan mereka selama bertahun-tahun, dan saya pikir rivalitas kami membawa kami ke level yang sangat tinggi.

"Kadang-kadang para pebalap lain juga bisa berada dengan kami. Mengalahkan kami. Tetapi secara normal kami selalu saling bersaing satu dengan lainnya di depan, dan terus saling mendorong.

"Saya ingin melihat ke belakang setelah semua musim yang dilalui, dan merasa bangga karena saya juga bagian dari itu. Tak masalah di mana kami, tetapi secara normal kami selalu bersaing di depan. Jumlah podium yang kami raih bersama, bagi kami bertiga, sangat banyak.

"Tetapi pada tahun ini Jorge tampil sangat impresif karena selalu finis pertama atau kedua di setiap balapan. Jujur, dia akan tetap di depan."

Memang, musim Lorenzo tampil sangat memukau karena tak pernah terlempar dari posisi dua besar - kecuali di GP Belanda di mana dia mengalami kecelakaan dan gagal finis. Ini membuat juara dunia 2010 tersebut kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 23 poin atas Pedrosa, dan 32 angka atas Stoner.

Menurut Stoner, pengalaman mereka selama tampil agresif di kelas 125 cc dan 250 cc pada era mesin 2-tak, sangat membantu. Inilah yang membuat ketiganya mendominasi MotoGP.

"Saya pikir kami adalah pebalap yang sangat tangguh, dengan motivasi sangat tinggi," jelas Stoner. "Di kategori yang lebih kecil, kami sangat cepat begitu juga dengan teknik, sehingga dengan motor ini, yang mana anda harus mengendarainya dengan sangat tenang dan sensitif, kami sangat tangguh sekarang. Juga, kami memiliki motor yang sangat kompetitif.

"Jadi, tahun ini sangat sulit bagi lainnya untuk mengalahkan kami secara konstan."

Satu-satunya pebalap selain Stoner, Lorenzo, dan Pedrosa, yang meraih kemenangan lebih dari satu kali di kelas MotoGP sejak awal 2008 adalah Valentino Rossi. "The Doctor" mencatat 17 kemenangan sejak musim tersebut, tetapi sudah selalu absen di barisan depan sejak Sepang 2010.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau