Ramadan-lebaran

Perbankan dan BI Siaga Dana Tunai

Kompas.com - 02/08/2012, 12:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama Ramadan dan menjelang Lebaran, kebutuhan dana tunai pasti meningkat. Namun tidak perlu khawatir, karena perbankan siap mengamankan persediaan uang tunai mereka, baik pada ATM maupun di gerai. Peningkatan kebutuhan uang tunai terbesar diperkirakan terjadi pada pekan ketiga dan keempat bulan Ramadan.

Suwoko Singoastro, Direktur Operasional dan Teknologi Informasi Bank BNI, mengatakan, pada masa itu masyarakat biasanya mencairkan dana tunjangan hari raya (THR) serta berbelanja persiapan Lebaran.

Bank pelat merah ini telah menyiapkan dana sebesar Rp 24 triliun untuk 7.164 ATM dan 1.533 outlet BNI. Untuk menjaga dan memastikan ketersediaan uang tunai, ATM BNI akan dipasok melalui 23 ATM Regional Center, 34 perusahaan mitra dan kantor pengelola.

Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga akan menyiapkan dana tunai sebesar Rp 22,9 triliun yang disebar ke 10.623 ATM. Dana ini lebih tinggi 62,44 persen dibandingkan perayaan tahun lalu. "Layanan yang buka selama libur Lebaran yaitu layanan Pertamina, layanan ASDP, layanan cash pickup Angkasa Pura I dan II, layanan SSDP, layanan imigrasi untuk visa on arrival (voa)," papar Sekretaris Perusahaan BRI, Muhamad Ali.

Bank BUMN lain, Bank Mandiri juga telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp 25 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 22 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini bilang, uang tunai tersebut akan disebar di sekitar 10.000 ATM Bank Mandiri di seluruh Indonesia. "Bukan hanya ada penambahan jumlah ATM, tapi kebutuhan nasabah juga diproyeksikan bertambah menjelang hari raya," kata Zulkifli.

Untuk penyebaran, Bank Mandiri akan berkonsentrasi di wilayah Jakarta dan kota-kota besar lain. Sebab kebanyakan nasabah Bank Mandiri menarik dana di Jakarta kemudian dibawa pulang ke kampung halaman mereka.

Bank swasta nasional tak mau kalah. Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya, menyiapkan dana tunai sebesar Rp 47 triliun untuk kebutuhan menjelang Hari Raya tahun ini. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 21 triliun di antaranya akan disebar di seluruh ATM Jakarta Bogor Depok Tangerang (Jabodetabek).

Sedangkan Rp 26 triliun bakal mengalir di ATM di luar wilayah Jabodetabek. "Pasokan dana tunai di ATM ini meningkat sekitar 10% dibandingkan Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu," terang Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA ketika ditemui KONTAN, kemarin.

Jahja menjelaskan, pasokan dana tunai tersebut disebar sepekan menjelang Idul Fitri, yang jatuh di akhir pekan ketiga Agustus 2012. Menurut dia, pemilihan waktu ini tepat mengacu pengalaman tahun-tahun sebelumnya. (Nina Dwiantika, Christine Novita Nababan/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau