KOMPAS.com - Sebuah pesawat mata-mata tanpa awak atau drone terbang di atas Benghazi, Libya, pada Jumat (2/8/2012) dini hari. Adalah sumber di Brigade Raffala Shehati yang mengatakan hal tersebut, sebagaimana warta Xinhua. "Pesawat itu diusir oleh senjata-senjata antipesawat terbang tapi tidak ditembak," kata sumber tersebut.
Masih menurut sumber itu, drone tersebut "mengintip" Benghazi selama lima jam. Benghazi adalah kota terbesar kedua di Libya setelah Tripoli. "Pesawat mata-mata itu tidak ada hubungannya dengan Angkatan Udara Libya," kata sumber tadi.
Brigade Raffala Shehati terbilang kelompok bersenjata yang kuat di kawasan timur Libya. Kebanyakan anggota brigade itu adalah generasi muda Islam. Nama Raffala Shehati untuk brigade itu muncul tatkala seorang warga Benghazi terbunuh pada Maret 2011 lantaran mempertahankan kota itu dari serangan pasukan rezim Moammar Khadafy.