Negara Perlu Intervensi Dalam Konflik Agraria

Kompas.com - 03/08/2012, 01:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com --- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), A. Muhaimin Iskandar menegaskan, negara perlu segera menuntaskan Reformasi Agraria yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, terutama petani.

Hal ini sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi, sekaligus memberikan solusi atas berbagai konflik sosial yang terjadi secara terus menerus belakangan ini.

Hal itu disampaikan Muhaimin di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jakarta (2/8/2012). Menurutnya,  berbagai konflik horisontal antara petani dan pihak lain, sebagaimana terus menerus terjadi belakangan ini, disebabkan tiga hal. Pertama, ketidak-jelasan regulasi tanah. Apalagi, aturan itu kurang responsif dan berpihak pada kepentingan rakyat, terutama petani.

Kedua, kurang optimalnya pemetaan fungsi lahan, baik untuk pertanian, kehutanan, dan pertambangan. Ketiga, kurang optimalnya fungsi sosial tanah, baik untuk pengembangan sumber daya alam, sumber daya air, dan sumber daya manusia.

"Reformasi Agraria yang mengarah pada ketiga hal itu mutlak diperlukan", tegasnya.Muhaimin juga menilai, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) tidak relevan lagi dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Karena itu, UUPA perlu direvisi dan disempurnakan lagi. Semangatnya harus dikembalikan pada keberpihakan pada rakyat, terutama petani yang merupakan mayoritas rakyat negeri ini.

"Petani yang mayoritas miskin dan berada di pedesaan harus diberdayakan," tegasnya. Dengan penuntasan reformasi agraria ini, ia berharap secara langsung maupun tidak langsung negara dapat menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, seperti konflik horisontal dan kekerasan sosial, serta dapat memberdayakan petani.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau