NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah merosot pada perdagangan di New York setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi gagal memberikan penjelasan yang detil mengenai rencana untuk menopang euro dengan memangkas biaya pinjam pemerintah yang meningkat di zona euro.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran September jatuh 1,78 dollar AS menjadi 87,13 dollar AS per barel, di New York Mercantile Exchange, Kamis waktu setempat atau Jumat (3/8/2012) pagi. Harga minyak Brent untuk penetapan September merosot 6 sen menjadi 105,90 dollar AS per barel, di ICE Futures Europe exchange, London.
Draghi memberi sinyal bahwa Bank Sentral Eropa bersama-sama dengan pemerintah di zona euro akan membeli obligasi dalam jumlah yang cukup demi menghapus segala kekhawatiran akan masa depan euro. Sinyal ini terkait dengan pernyataan yang pernah dilontarkannya bahwa Bank Sentral Eropa akan melakukan apapun demi mempertahankan euro.
Pernyataan tersebut lantas menimbulkan spekulasi bahwa Draghi akan memberikan keterangan mengenai rencananya. "Draghi mengatakan bahwa ECB akan melakukan apapun yang diperlukan dan pernyataan ini menciptakan antisipasi untuk bank sentral membeli obligasi," sebut Harry Tchilinguirian, Kepala Strategi Pasar Komoditas BNP Paribas SA yang berbasis di London.
"Dengan menciptakan ekspetasi dan gagal mewujudkannya, anda jelas mendapat reaksi dari pasar seperti yang terjadi hari ini," tambah Tchilinguirian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang