Palu

Baru 6 Bulan Bebas, Tertangkap Curi Motor Lagi

Kompas.com - 03/08/2012, 12:18 WIB

PALU, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Palu Barat menangkap dua tersangka kasus pencurian motor. Dua tersangka tersebut adalah Budianto alias Delon (22) dan Melky (33). Selain menangkap dua tersangka tiga unit motor hasil curian juga diamankan polisi.

Menurut Kepala Polsek Palu Barat, HM Darwis, anggotanya menangkap pelaku berkat laporan dari masyarakat.  "Pemilik motor melihat motornya yang hilang itu diparkir di suatu tempat, kemudian dia lapor ke kita dan anggota saya langsung bergerak untuk mengamankan pelaku dan motor curiannya itu," kata Dawis, Jumat (3/8/2012).

Kepala Polsek juga mengatakan, Delon merupakan residivis yang baru enam bulan keluar dari penjara dengan kasus yang sama. Delon juga menjadi target operasi polisi. Dua tersangka ini ditangkap di dua tempat berbeda "Delon kami tangkap Rabu siang kemarin di Jalan Jati, sedangkan Melky kita tangkap di Padan Jakaya. Melky kita tangkap atas keterangan Delon yang tertangkap duluan," ujar Darwis.

Para tersangka yang tertangkap mengaku mencuri motor dengan cara mematahkan paksa jika motor dalam keadaan terkunci. Kemudian motor tersebut didorong dan disembunyikan di rumah penduduk, lorong atau semak-semak.  "Kalau sudah aman baru kita bawa ke tempat bikin kunci duplikat," kata Delon sambil menutup wajahnya.

Motor-motor yang mereka curi kemudian dibawa ke daerah pegunungan di wilayah Kabupaten Sigi untuk dijual. Satu unit motor dijual dengan harga Rp 1,5 juta. 

Dari hasil penyidikan Delon diketahui melakukan 14 kali pencurian motor bersama Melky. Dari 14 motor yang dicuri, empat motor di antaranya dilakukan oleh Delon sendiri. "Mereka diancam dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," kata Darwis. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau