Beralih ke Pertamax, Anggaran Mobdin Ditambah Rp 4 Miliar

Kompas.com - 03/08/2012, 14:24 WIB

MALANG, KOMPAS.com -- Akibat beralih ke Pertamax, anggaran untuk mobil dinas (Mobdin) di Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, bertambah menjadi Rp 4 miliar. Anggaran tersebut diajukan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2012.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Malang Muhammad Shofwan kepada wartawan, Jumat (3/8/2012) di Kota Malang. "Dengan pindah ke Pertamax, anggaran untuk mobdin harus ditambah. Kita ajukan menjadi Rp 4 miliar," akunya.

Anggaran itu, jelasnya, bertujuan untuk menunjang kinerja para PNS yang membawa mobil dinas. "Karena, harga Pertamax lebih mahal dibandingkan harga premium," aku Shofwan.

Dana sebesar Rp 4 miliar itu, beber Shofwan, akan digunakan untuk pembiayaan pembelian BBM non subsidi, selama September-Desember 2012. Padahal di pos yang sama, pada APBD tahun 2012, sudah terdapat anggaran Rp 17 miliar untuk pembiayaan mobdin.

"Jika seluruh mobdin di Kota Malang beralih menggunakan konventer bahan bakar gas (BBG), maka pengajuan dana tersebut akan dialihkan ke pos pelayanan publik lainnya. Seperti perbaikan jalan yang rusak dan lainnya," katanya.

Ditanya soal penggunaan BBG, Shofwan menuturkan bahwa pada minggu depan, pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi kepada para PNS agar mengetahui kelebihan penggunaan BBG. Apalagi Pemkot Malang akan mendapatkan hibah 1.000 konverter BBG dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penambahan anggaran senilai Rp 4 miliar itu, tambah Shofwan, hanya bentuk antisipasi, khawatir ada kekurangan karena Pertamax memang mahal. "Yang jelas sesuai dengan kebutuhan. Bukan untuk lainnya. Tapi untuk mobdin. Kalau jadi pakai BBG, bisa dianggarkan ke lainnya," akunya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau