Minum Es Teh Picu Batu Ginjal?

Kompas.com - 03/08/2012, 15:13 WIB

KOMPAS.com – Segelas es teh manis di musim kemarau panjang jadi tawaran yang sulit ditolak. Dingin dan segarnya es akan membawa kelegaan di tengah dahaga. Namun, Anda harus waspada, karena minuman populer ini bisa memicu penyakit batu ginjal.

Peringatan ini disampaikan oleh para dokter dari Pusat Urologi Univeritas Loyola. Mereka menjelaskan, es teh mengandung oksalat dalam konsentrasi tinggi, salah satu zat pemicu penyakit batu ginjal. Batu ginjal (renal lithiasis) adalah gumpalan kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal terbuat dari mineral dan asam garam. Pencetus penyakit ini bermacam-macam, tetapi umumnya terbentuk  karena seseroang kurang minum sehinga urin berkonsentrasi, mineral mengkristal dan menggumpal.

“Es teh akan memperburuk kondisi orang yang beresiko batu ginjal,” kara Dr. Yohanes Milner, Asisten Profesor Departemen Urologi, Universitas Loyola Chicago Strich School of Medicine.

Batu ginjal juga kerap terjadi karena tubuh kurang cairan. Selama musim panas, orang dengan cepat mengalami dehidrasi karena berkeringat. Dehidrasi ditambah konsumsi es teh berlebih akan meningkatkan resiko batu ginjal, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga batu ginjal.

“Saat musim panas, orang lebih pilih minum es teh karena rendah kalori dan lebih segar dari air biasa. Namun, dalam hal batu ginjal, minum es teh malah merugikan,” katanya.

Untuk pengganti es teh di kala hari sangat terik, Milner menyarankan minum air adalah pilihan terbaik, alternatif lainnya air jeruk nipis.

Selain menghindari es teh, orang dengan riwayat batu ginjal sebaiknya mengurangi makanan dengan kandungan oksalat tinggi seperti bayam, coklat, dan kacang. Atau, mengurangi garam, daging, dan minum beberapa gelas air dalam sehari serta makan makanan tinggi kalsium. Di samping itu, gaya hidup sehat adalah kunci agar orang terhindar dari penyakit batu ginjal.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau