Arus mudik

Tiket Mudik ke dan dari Mataram Mulai Diserbu

Kompas.com - 03/08/2012, 16:40 WIB

MATARAM, KOMPAS.com- Para pengguna jasa transportasi darat di Mataram, Nusa Tenggara Barat, jurusan Mataram-Pulau Jawa, dan Mataram-Bima, Pulau Sumbawa, sudah mulai memesan tiket untuk mudik Lebaran. Mereka khawatir tidak kebagian tempat duduk, mengingat ramainya arus penumpang yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung.

"Sekarang masih ada kursi yang kosong, nanti H-5 Lebaran, kursi habis terjual," tutur Gede, Petugas Penjual tiket Bus Dunia Mas, Jumat (3/8/2012) sore di Mataram.

Dikatakan, rata-rata dari 40 kursi penumpang bus, saat ini sedikitnya 30 tempat duduk sudah dibeli calon penumpang. Harga tiket itu masih seperti biasa, Mataram-Bima, Rp 150.000, Mataram-Surabaya Rp 240.000 per orang. Harga itu tiket di rute itu, bisa naik jadi Rp 200.000 dan Rp 300.000 mulai pada H-7 Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi NTB, Ridwansyah, mengatakan, untuk melayani penumpang jasa angkutan darat antarkota antarprovinsi tercatat 111 bus dengan kapaitas 4.440 tempat duduk. Sedangkan untuk angkutan antarkota dalam provinsi dilayani 99 bus dengan 2.376 tempat duduk. Jumlah ini dikatakan cukup untuk melayani kebutuhan di rute tadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau