Olimpiade 2012

Tontowi/Liliyana Kalah Lagi, Bulu Tangkis Nihil Medali

Kompas.com - 03/08/2012, 17:50 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Lengkaplah penderitaan Indonesia di arena bulu tangkis Olimpiade London 2012 karena tak satu pun medali yang bisa dibawa pulang ke Tanah Air. Ini terjadi setelah ganda campuran terbaik, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, kalah di partai perebutan medali perunggu, Jumat (3/8/2012) di Wembley Arena. Dalam duel berdurasi 42 menit, Tontowi/Liliyana kalah dua game langsung 12-21, 12-21 dari pasangan Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen.

Tentu saja ini menjadi bencana terburuk bagi Indonesia selama olimpiade. Pasalnya, pasukan Merah-Putih bukan cuma gagal mempertahankan tradisi emas yang sudah dimulai sejak Olimpiade Barcelona 1992, melainkan juga harus pulang dengan tangan hampa.

Dalam pertandingan ini, Tontowi/Liliyana, yang merupakan unggulan keempat, kerap melakukan kesalahan sendiri, yang memudahkan unggulan keempat dari Denmark itu untuk melaju. Di awal game pertama, Tontowi/Liliyana sudah tertinggal jauh 1-7, dan mereka tak pernah bisa menyamakan poin lawan hingga menyerah 12-21.

Setali tiga uang, di game kedua pun Tontowi/Liliyana tetap berada di bawah tekanan. Hal tersebut membuat permainan juara All England 2012 ini tak kunjung membaik sehingga mereka terus didikte lawan yang akhirnya menang dengan skor serupa, 21-12.

Bulu tangkis Indonesia hanya meloloskan Tontowi/Liliyana ke semifinal. Para pemain lain sudah harus tersingkir di babak-babak sebelumnya. Bahkan, ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii harus didiskualifikasi karena dugaan manipulasi hasil pertandingan demi menghindari lawan berat di perempat final.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau