Banjir Masih Menggenangi Sebagian Kota Ambon

Kompas.com - 03/08/2012, 20:24 WIB

AMBON, KOMPAS.com -- Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho melaporkan, banjir di Kota Ambon sejak Rabu (1/8) pukul 04.00 Wit hingga sekarang masih menggenangi beberapa wilayah di Kota Ambon.

Melalui pesan Blakcberry Messenger (BBM), Jumat (3/8/2012) Sutopo mengklarifikasi bahwa jumlah korban meninggal dunia menurut versi BNPB sebanyak 10 orang. Dia menyatakan, tidak benar jika ada berita yang menyampaikan 18 orang meninggal.

Sutopo menyebutkan, korban meninggal tersebut adalah 4 orang di BTN Kanawa, 4 orang di Desa Passo, dan 2 orang di Desa Negeri Lama. Lalu 5 orang luka berat, dimana 3 orang masih rawat inap di rumah sakit, dan 2 orang luka ringan.
 
Berbeda dengan versi BNPB, Posko Bencana Kodam 16 Pattimura menyebutkan, korban meninggal 11 orang. Sementara menurut sumber lain dari tim SAR, korban meninggal malah bertambah menjadi 12 orang.

Sedangkan kerusakan fisik akibat bencana ini antara lain 236 unit rumah rusak parah, 238 rumah rusak sedang, dan 1.569 rumah rusak ringan. Sebanyak 126 unit rumah terancam longsor. Puluhan infrastruktur dan bangunan umum rusak.
 
Dia juga melaporkan, rumah terendam masih 7.203 unit, tetapi kini air sudah surut. Pengungsi sebanyak 1.752 KK (6.179 jiwa) tersebar di 18 lokasi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau