Jumlah Titik Panas di Kalteng Meningkat

Kompas.com - 03/08/2012, 21:25 WIB

   

PALANGKARAYA, KOMPAS.com --- Jumlah titik panas atau hot spot di Kalimantan Tengah pada Juli 2012 mencapai 205 titik atau melonjak dibandingkan Juni lalu sebanyak 145 titik.Status di Kalteng telah ditetapkan menjadi siaga satu seiring dimulainya musim kemarau.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Kholid Indarto di Palangkaraya, Kalteng, Jumat (3/8/2012), meski titik panas meningkat, situasi masih terkendali. Hujan masih turun.

"Berdasarkan pemantauan kami, kebakaran besar di Kalteng juga belum ditemukan," tuturnya.Meski demikian, lanjut Kholid, pihaknya tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Bersamaan dengan ditetapkannya status siaga satu, instansi-instansi terkait telah meningkatkan pemantauan, patroli, dan penempatan personel di sejumlah daerah.

Titik panas terbanyak pada Juli 2012 terdapat di Kabupaten Katingan sebanyak 26 titik disusul Kotawaringin Timur sebanyak 22 titik. Adapun daerah dengan titik panas terbanyak pada Juni 2012 yakni Kotawaringin Timur sebanyak 32 titik, terpaut jauh dengan posisi kedua yakni Katingan sebanyak 19 titik.    

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau