Harga Tembakau Jatuh, Petani Meringis
TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengeluhkan harga tembakau yang jatuh. Mereka kesulitan memperoleh tembakau berkualitas A (terbaik), karena cuaca yang berangin.
Demikian diungkapkan Tinul, petani tembakau di Desa Klendung, Temanggung, Sabtu (4/8/2012).
Menurut Tinul, cuaca panas namun berangin, sehingga kualitas tembakaunya hanya mencapai kualitas terendah dari lima tingkatan tembakau, yakni A, B, C, D, dan E. "Kalau cuaca begini, tidak mungkin dapat tembakau kelas A," katanya.
Seorang petani sekaligus karyawan Tinul bernama Tio menyebutkan, harga tembakau kualitas terendah di gudang penampungan Temanggunga hanya dihargai Rp 45.000 per kilogram. Padahal jika kelas tembakaunya mencapai kelas premium, harganya bisa mencapai Rp 150.000 per kilogram.
"Kalau begini petani tertekan" ujarnya.
Dengan cuaca berangin, daun tembakau cenderung basah. Jika basah, jumlah daun yang dibutuhkan untuk mengisi sebuah keranjang besar menjadi lebih banyak dibandingkan daun kering.
"Kalau daun kering, paling butuh 60 tempat penjemuran untuk mengisi keranjang. Namun, kalau basah malah akan tambah banyak daun yg diperlukan," tutur Tio.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang