JAKARTA, Kompas.com - Peraih medali Olimpiade Triyatno dan Eko Yuli Irawan 2012 berharap adanya pembinaan angkat besi jangka panjang untuk capai hasil maksimal.
"Jika mau pembinaan yang maksimal, terutama untuk olimpiade, harus disiapkan empat tahun sebelumnya," kata peraih medali perunggu Eko Yuli Irawan di Jakarta, Sabtu malam.
Eko mengatakan Indonesia bisa mencontoh Kolombia, China dan Korea Selatan yang fokus mempersiapkan atletnya untuk olimpiade selama dua hingga tiga tahun sebelumnya.
Sedangkan pelatihan di Indonesia, kata dia, hanya diberi waktu enam bulan untuk persiapan, dan itu pun hanya fokus di dua bulan terakhir.
"Dengan hanya dua bulan fokus latihan, kita sudah bisa dapat medali, apalagi jika disiapkan dari tiga atau empat tahun sebelumnya," katanya.
Senada dengan Eko, peraih perak di Olimpiade London 2012 Triyatno juga mengatakan meski sudah berjuang semaksimal mungkin, latihan yang terus- menerus juga tetap perlu dilakukan.
"Semuanya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap harus latihan yang kontinu, pembinaan pelatihan juga perlu banyak dibenahi," katanya.
Ketua umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Adang Dorojatun mengatakan ada dua hal yang sangat penting dalam pembinaan atlet. "Yang pertama pembinaan di klub-klub yang ada di daerah, serta penyiapan layer(lapis kedua,red)," kata Adang.
Dia mengatakan penyiapan atlit-atlit muda dimaksudkan untuk menciptakan generasi penerus atlet angkat besi berprestasi seperti Eko dan Triyatno.
Ke depannya kedua atlet yang memulai karirnya sebagai atlet tahun 2001 itu akan bertanding di Islamic Games untuk kemudian bisa kembali bertanding mempertahankan emas di Sea Games serta memperbaiki rekor di Asian Games dan Olympic Games.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang