Nilai UKG Rendah Karena Guru Terbebani

Kompas.com - 05/08/2012, 14:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rendahnya nilai rata-rata sementara Uji Kompetensi Guru (UKG) terjadi karena pemerintah terlalu membebani guru. Beban tambahan itu yang akhirnya membuat guru menjadi tidak "enjoy" saat mempersiapkan dan mengikuti ujian.

"Hasilnya rendah karena UKG membebani guru. Padahal akan lebih baik jika guru belajar dengan asyik dan prima saat mengikuti ujian ," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Swasta Seluruh Indonesia, Suyatno, Minggu (5/8/2012), di Jakarta.

Suyatno menambahkan, pemerintah sendiri telah sadar bahwa UKG membebani guru. Hal itu nampak dari upaya keras Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meyakinkan para guru peserta bahwa UKG hanya untuk peta pembinaan dan hasilnya tidak akan memberikan pengaruh pada tunjangan profesi.

"Pemerintah sadar UKG membebani guru. Buktinya itu terus menerus meyakinkan kalau hasil UKG tidak akan memengaruhi tunjangan," ujar Rektor Universitas Dr Hamka (Uhamka) Jakarta ini.

Seperti diberitakan, Jumat (3/8/2012) lalu Kemdikbud mengeluarkan hasil sementara UKG 2012. Tercatat, nilai rata-rata sementara UKG hanya 44,55, dengan nilai tertinggi 91,12 dan nilai terendah adalah nol. Nilai rata-rata sementara itu diperoleh berdasarkan pengolahan 243.619 data peserta dari 373.415 guru yang telah selesai mengikuti UKG sampai dengan hari ketiga (1/8/2012).

UKG diikuti lebih dari satu juta guru bersertifikat. Sengaja digelar untuk mendapatkan peta kompetensi dalam rangka melakukan pembinaan selanjutnya. Untuk gelombang pertama, UKG digelar mulai 30 Juli 2012 sampai 12 Agustus 2012 mendatang. Dan gelombang kedua mulai digelar pada 2 Oktober 2012 yang akan datang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau