Noah asal Balikpapan Santai Tanggapi Ariel Cs

Kompas.com - 05/08/2012, 17:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Band Noah asal Balikpapan yang sudah eksis sejak tahun 2009 tak bereaksi keras atau memprotes munculnya nama band Noah yang terdiri dari personel eks Peterpan. Noah dari Balikpapan juga tidak berencana melakukan gugatan hukum terhadap Ariel dan kawan-kawan atas penggunaan nama band yang sama persis.

Ini tampak dari Facebook band Noah asal Balikpapan dengan nama akun Kawan Noah (Kau and Noah). Di Facebook tersebut, bermacam-macam pertanyaan penggemar muncul terkait keputusan Ariel cs mengganti nama Peterpan menjadi Noah. Padahal Noah versi Balikpapan sudah berkibar sejak tiga tahun terakhir.

"Kami nggak bisa menuntut terlalu banyak...dan itu memang nggak boleh...tanggapan kami, kami tetap memakai nama NOAH di Balikpapan. Biarkan mereka (Ariel cs) berjalan dengan NOAH-nya dan kami akan terus mencoba berkarya dengan NOAH kami..selama nggak ada yang merasa dirugikan," demikian bunyi status Facebook Noah versi Balikpapan.

Di Twitter, kesamaan itu juga jadi obrolan seru. "Aku malah baru denger di Balikpapan ada band Noah. Tahunya baru sekarang," tulis seorang penggemar Ariel di Twitter.

Penggemar Noah versi Balikpapan pun meminta agar tak perlu mempermasalahkan keputusan Ariel dan teman-temannya karena kesamaan itu justru membuat band Noah Balikpapan mendadak terkenal. "Nggak usah terlalu dipermasalahkan, siapapun yang lebih dulu. Selama itu nggak merugikan. Yang ada malah kalian ikut terkenal dengan adanya seperti ini," tulis akun Facebook bernama Eff Killms StreetTeam.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau