16 Tentara Mesir Tewas dalam Serangan di Sinai

Kompas.com - 06/08/2012, 09:27 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Orang-orang bersenjata membunuh 16 penjaga perbatasan Mesir dengan Israel di Sinai Utara sebelum mencuri dua kendaraan lapis baja dan masuk ke wilayah  Israel, Minggu (5/8/2012).

Seorang pejabat kesehatan Mesir mengatakan, orang-orang bersenjata itu mengenakan baju tradisional Badui datang dengan mengendarai dua kendaraan dan menembaki sebuah pos pemeriksaan dekat pelintasan perbatasan Karm Abu Salem.

Departemen Kesehatan menyatakan, 16 tentara dan penjaga perbatasan terbunuh, sementara seorang pejabat keamanan mengatakan, tujuh orang lainnya terluka.

Menurut kantor berita MENA, orang-orang bersenjata itu adalah "kaum jihad" di Jalur Gaza. Stasiun televisi pemerintah dan MENA mengatakan, Mesir menutup pelintasan Rafah di Jalur Gaza "sampai pemberitahuan lebih lanjut". Padahal, Rafah merupakan satu-satunya pelintasan antara Gaza dan dunia luar yang tidak dikuasai Israel.

Berbicara setelah pertemuan dengan para pejabat militer, menteri luar negeri, dan kepala intelijien, Presiden Mesir Mohamed Mursi bersumpah akan mengambil alih Sinai setelah serangan itu.

"Aparat akan mengambil alih sepenuhnya wilayah-wilayah itu," kata Mursi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui televisi.

Dia telah mengeluarkan "perintah jelas" bahwa Mesir harus "menguasai Sinai" setelah terjadi kekacauan menyusul jatuhnya Hosni Mubarak tahun lalu.

Mursi menyebut serangan itu sebagai tindakan "pengecut". "Orang-orang yang bertanggung jawab atas kejahatan ini akan diburu dan ditangkap," tegasnya.

"Setiap orang akan melihat bahwa militer dan polisi Mesir mampu menangkap penjahat-penjahat itu di mana pun mereka berada," ujar Mursi.

Sementara di Israel, juru bicara militer Letkol Avital Leibovich mengatakan, para penyerang itu membajak dua kendaraan dari pos militer Mesir setelah mereka menembaki para penjaga, kemudian memasuki wilayah Israel.

Salah satu kendaraan meledak dengan sendirinya, sementara kendaraan lainnya ditembak dari udara oleh militer Israel. Sepanjang Minggu malam, kata Leibovich, tentara Israel mencari para pelaku jika ada yang masih hidup.

Pihaknya tidak mengetahui jumlah orang-orang yang berada di kendaraan curian itu. Sementara radio Pemerintah Israel melaporkan, kendaraan yang dihancurkan helikopter Israel berisi tiga "teroris".

Leibovich mengatakan, masih terlalu dini untuk mengetahui kelompok yang menaungi para penyerang atau motif mereka. Namun, katanya, "salah satu asumsinya adalah mereka berusaha menculik tentara Israel".

Sementara itu, kantor berita MENA menyebut para penyerang sebagai "kaum jihad" dari sebuah kelompok Islamis di Jalur Gaza. "Elemen jihadis masuk dari Gaza melalui terowongan-terowongan dengan kerja sama kaum jihad di dalam area Al-Mahdiya dan Gabal Halal di Mesir," kata kantor berita itu.

Mereka "menyerang pos perbatasan ketika para tentara dan petugas sedang berbuka puasa", MENA mengutip sebuah sumber.

Sebelum laporan MENA, Hamas membantah tudingan bahwa kelompok militan dari Gaza terlibat dalam serangan itu. "Perbatasan antara Mesir dengan Gaza terlindungi. Kami sudah menutup terowongan-terowongan (yang digunakan untuk penyelundupan) untuk mencegah orang-orang melarikan diri (ke Gaza) dan kami menyiagakan aparat keamanan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hamas.

"Kami menolak tudingan bahwa Gaza terlibat dalam insiden ini dan kami mengucapkan rasa belasungkawa atas terbunuhnya tentara Mesir," tegasnya lagi.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan, "Kami mengecam kejahatan keji ini, di mana tentara Mesir terbunuh dan kami mengucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban, kepada Pemerintah Mesir, dan rakyat Mesir."

Saksi-saksi membenarkan bahwa polisi sudah menutup semua terowongan dan mengirim pasukannya ke perbatasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau