MEDAN, KOMPAS.com- Pemudik mulai berdatangan ke Kota Medan, Sumatera Utara, meskipun jumlahnya belum banyak. Mereka datang menggunakan KM Kelud yang merapat di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Minggu kemarin sekitar pukul 19.00.
Ngatiman (38), petugas keamanan SMP N 20 Batam, begitu turun dari KM Kelud mengatakan, dirinya hendak merayakan Lebaran di kampungnya di Pangkalan Brandan. "Tanggal 21 nanti kami balik ke Batam," tutur Ngatiman.
Demikian pula dengan Martin (37), warga Medan yang bekerja di Galangan Kapal di Karimun. Ia pulang bersama tujuh rekannya. "Tiga minggu kami di rumah," kata dia.
Sedangkan Nur Cahaya (30), yang pulang bersama adik dan dua anaknya, mengatakan memilih berlebaran di Medan bersama keluarga karena suaminya sedang tugas di Kalimantan.
Kepala Cabang PT PELNI Medan-Belawan Budandi mengatakan, arus mudik diperkirakan baru akan terjadi saat KM Kelud merapat hari Sabtu, (11/8/2012) depan.
Pada pelayaran kali ini, KM Kelud hanya mengakut sekitar 1.000 penumpang dari kapasitas 2.652 penumpang. Khusus untuk angkutan lebaran, pihaknya telah menyiapkan KM Cermai sebagai kapal tambahan dengan kapasitas 2.740 penumpang.
"Rencananya, kapal tiba di Belawan tanggal 18, dan berangkat tanggal 30," kata Budandi.
Syahbandar Utama Belawan Benyamin Tangkuman mengatakan, tahun ini diperkirakan terjadi kenaikan penumpang laut sebanyak 20 persen. Untuk meningkatkan pelayanan, pihaknya menyediakan 10 unit kursi roda.
"Senin ini kami baru apel kesiapan Idul Fitri. Ada sekitar 200 petugas yang mengikuti apel termasuk dari kepolisian," kata Benyamin.
Tahun ini CCTV yang terhubung dengan Kementrian Perhubungan juga dipasang di Pelabuhan Belawan sebagai bagian pantauan arus mudik/balik lebaran Kementrian Perhubungan.
Saat KM Kelud merapat kemarin, kesemrawutan tampak terjadi di pintu keluar pelabuhan, terutama karena ada sebuah crane raksasa yang diparkir di depan pintu keluar penumpang menuju lapangan parkir kendaraan.
Penumpang harus berjalan mengitari crane bahkan berjalan di bawah crane. Bau pesing menyeruak, sementara suasana gelap. Lampu penerang masih kurang di area itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang