Arus mudik

Pemudik Mulai Berdatangan ke Medan

Kompas.com - 06/08/2012, 11:14 WIB

MEDAN, KOMPAS.com- Pemudik mulai berdatangan ke Kota Medan, Sumatera Utara, meskipun jumlahnya belum banyak. Mereka datang menggunakan KM Kelud yang merapat di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Minggu kemarin sekitar pukul 19.00.

Ngatiman (38), petugas keamanan SMP N 20 Batam, begitu turun dari KM Kelud mengatakan, dirinya hendak merayakan Lebaran di kampungnya di Pangkalan Brandan. "Tanggal 21 nanti kami balik ke Batam," tutur Ngatiman.

Demikian pula dengan Martin (37), warga Medan yang bekerja di Galangan Kapal di Karimun. Ia pulang bersama tujuh rekannya. "Tiga minggu kami di rumah," kata dia.

Sedangkan Nur Cahaya (30), yang pulang bersama adik dan dua anaknya, mengatakan memilih berlebaran di Medan bersama keluarga karena suaminya sedang tugas di Kalimantan.

Kepala Cabang PT PELNI Medan-Belawan Budandi mengatakan, arus mudik diperkirakan baru akan terjadi saat KM Kelud merapat hari Sabtu, (11/8/2012) depan.

Pada pelayaran kali ini, KM Kelud hanya mengakut sekitar 1.000 penumpang dari kapasitas 2.652 penumpang. Khusus untuk angkutan lebaran, pihaknya telah menyiapkan KM Cermai sebagai kapal tambahan dengan kapasitas 2.740 penumpang.

"Rencananya, kapal tiba di Belawan tanggal 18, dan berangkat tanggal 30," kata Budandi.

Syahbandar Utama Belawan Benyamin Tangkuman mengatakan, tahun ini diperkirakan terjadi kenaikan penumpang laut sebanyak 20 persen. Untuk meningkatkan pelayanan, pihaknya menyediakan 10 unit kursi roda.

"Senin ini kami baru apel kesiapan Idul Fitri. Ada sekitar 200 petugas yang mengikuti apel termasuk dari kepolisian," kata Benyamin.

Tahun ini CCTV yang terhubung dengan Kementrian Perhubungan juga dipasang di Pelabuhan Belawan sebagai bagian pantauan arus mudik/balik lebaran Kementrian Perhubungan.

Saat KM Kelud merapat kemarin, kesemrawutan tampak terjadi di pintu keluar pelabuhan, terutama karena ada sebuah crane raksasa yang diparkir di depan pintu keluar penumpang menuju lapangan parkir kendaraan.

Penumpang harus berjalan mengitari crane bahkan berjalan di bawah crane. Bau pesing menyeruak, sementara suasana gelap. Lampu penerang masih kurang di area itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau