JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengungkapkan, warga Tionghoa memiliki kontribusi besar pembangunan Jakarta. Hal tersebut diungkapkan dirinya usai peletakan batu pertama di Museum Hakka di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (6/8/2012).
"Suku Hakka (bagian dari Suku Tionghoa) ini menjadi bagian integral bangsa Indonesia yang kemudian memberikan kontribusi yang sangat besar untuk pembangunan bangsa dan negara, di Jakarta khususnya," ujarnya.
Foke mengatakan, Suku Hakka sendiri memiliki persentase 40 persen dari etnis Tionghoa yang ada di Jakarta. Kontribusi warga Tionghoa di bidang kemasyarakatan dan ekonmomi pun terbilang tinggi. Oleh sebab itu, pria yang lolos putaran kedua dalm Pilkada DKI ini bangga akan eksistensi etnis Tionghoa. "Saya merasa bangga memiliki warga Jakarta, dari suku Hakka. Mereka selalu menunjukan tekadnya untuk menjadi bagian dari integral kota Jakarta ini," lanjutnya.
Museum Hakka berdiri di tanah seluas 45.000 m2 di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Awalnya, tahun 2004, keluarga Cendana mengalokasikan tanah tersebut untuk membangun Taman Budaya Tionghoa. Ditunjuk lah seorang arsitek asal Tiongkok bernama Xiamen. Sesuai rencana, di dalam area taman budaya itu akan dibangun beberapa bangunan. Antara lain, Gapura, gedung utama ala istana Tiongkok, Pagoda, danau buatan, jembatan serta pendopo untuk tempat beristirahat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang