Ratusan PNS Malang Antre Sembako Gratis

Kompas.com - 06/08/2012, 14:19 WIB

MALANG, KOMPAS.com -- Tak hanya warga yang tidak mampu yang punya kesempatan untuk mendapatkan pembagian sembako gratis. Sebanyak 341 pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mampu di Pemkot Malang, juga mendapatkan paket sembako gratis.

Paket sembako tersebut dibagikan kepada 341 PNS melalui Lazis Amal Sosial (Amsos) Kota Malang. Pembagian sembako ditempatkan di halaman kantor Dinas Kesehjateraan Rakyat (Kesra) Kota Malang.

Sejak siang, para penerima sudah antre di depan kantor Kesra. Adapun paket sembako yang bagikan terdiri atas dua paket. Paket sembako seharga Rp 100 ribu dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

Menurut Sekretaris Lazis Amsos, Kota Malang, Sujoko Santoso, para PNS yang menerima paket sembako itu merupakan pegawai yang berasal dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang direkomendasikan oleh masing-masing kepala SKPD terkait.

"Adapun jumlah total penerima ada 341 orang. Yang paling banyak, PNS dari Dinas Pasar. Karena banyak yang ekonomi bawah alias tidak mampu. Makanya banyak mendapatkannya," aku Sujoko Santoso, Senin (6/8/2012).

Total dana yang terkumpul di rekening Lazis Kota Malang beber Joko, sejak April-Juni 2012, sebanyak 1.455.527.000. Dana tersebut sudah disalurkan sebesar Rp 861.100.000.

"Saat ini masih tersisa Rp 594.427.000 di rekening Lazis," akunya.

Dari dana Lazis tersebut, selain penyaluran dalam bentuk paket sembako dan uang tunai dibagikan kepada para PNS yang tidak mampu, juga akan diberikan pada warga miskin yang ada di lima kecamatan di Kota Malang.

"Saat ini, masing-masing kecamatan sudah mengajukan lebih dari seribu warga kurang mampu, untuk menerima bantuan dari Lazis itu," katanya.

Sementara dana yang terkumpul di Lazis berasal dari infak dan sedekah seluruh PNS melalui nomor rekening yang sudah ditentukan. "Ada Rp 150 juta per bulan yang bisa terkumpul di rekening Lazis. Penyalurannya bisa melalui berbagai macam program seperti bantuan pendidikan, pembangunan mushala, bencana alam dan santunan kesehatan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau