Jakarta 1

Rhoma Irama Diperiksa Satu Jam oleh Panwaslu

Kompas.com - 06/08/2012, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta melakukan klarifikasi terhadap Rhoma Irama hampir satu jam lamanya terkait kasus ceramah yang berpotensi menyinggung masalah suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan bahwa yang bersangkutan bersama dengan rekan-rekannya sudah menjelaskan pandangan-pandangan saat melakukan dakwah di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, pada Sabtu (28/7/2012) lalu.

"Kami sudah dapatkan informasi jelas terkait apa yang disampaikan Bang Haji. Prosesnya masih akan berlanjut," kata Ramdansyah, di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Senin (6/8/2012).

Ia mengatakan bahwa kehadiran Rhoma Irama kali ini untuk melakukan rekonstruksi dugaan yang dilaporkan oleh masyarakat terkait adanya tokoh agama yang melakukan kampanye di tempat ibadah dan tak sesuai jadwal. Tidak hanya itu, isi ceramah tersebut juga dinilai menghina dan menghasut berhubungan dengan masalah SARA.

"Selanjutnya, kami akan memeriksa saksi-saksi. Nanti kami juga akan panggil dari tim Foke-Nara untuk jelaskan apakah dia diuntungkan," ujar Ramdansyah.

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, Rhoma Irama melakukan ceramah saat ibadah tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Sabtu (28/7/2012) lalu. Dalam ceramah tersebut, ayah pedangdut Ridho Rhoma ini sempat mengutip ayat Al Quran agar umat muslim memilih pemimpin yang seagama. Jika tidak, akan mendapat azab dari Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau