Jatah Bantuan Dikurangi, Bupati Pamekasan Kesal

Kompas.com - 06/08/2012, 15:18 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com -- Tujuh kelompok tani di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, diproyeksikan menerima bantuan program Pengendalian Sapi Betina Produktif dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Ketujuh kelompok tani (poktan) tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Galis, Pasean, Kadur, Pakong, Waru dan Kecamatan Pamekasan. Masing-masing kelompok akan menerima dana bantuan Rp. 500 juta melalui APBN tahun 2012. Total anggaran untuk program tersebut mencapai Rp. 3,5 miliar.

Namun, secara mendadak, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menganulir dua kelompok penerima. Padahal kedua calon penerima bantuan tersebut sudah mengikuti pelatihan atau workshop yang diadakan oleh Dinas Peternakan Jawa Timur.

Bahkan, kelompok tani tersebut sudah membuat rekening untuk menunggu pencairan dana tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pamekasan Bambang Prayogi, Senin (6/8/2012) membenarkan soal pengurangan dana bantuan tersebut. Itu dibuktikan dengan surat yang dikirim oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Nomor 524/4440/115.03/2012 tentang perubahan alokasi kegiatan pengendalian sapi/kerbau betina produktif tahun anggaran 2012.

"Saya juga kaget menerima surat itu. Sebab, tujuh kelompok yang bakal menerima sudah siap semua persyaratannya sesuai petunjuk dari peternakan Jawa Timur," terangnya saat dikonfirmasi Kompas.com di kantornya, Senin (6/8/2012).

Dalam surat yang ditandatangani Maskur, kepala Dinas Peternakan Jawa Timur itu, tidak begitu jelas alasan pengurangan bantuan tersebut. Hanya saja, dua kelompok yang dicoret untuk menerima bantuan tersebut, dijanjikan akan diusulkan kembali pada anggaran tahun 2013 mendatang.

Sementara itu Bupati Pamekasan Kholilurrahman meminta agar Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, untuk mengembalikan dua kelompok tersebut agar bisa tetap mendapat bantuan seperti dijanjikan semula. Sebab, kelompok tersebut sudah melakukan sosialisasi dan memastikan kepada anggotanya akan menerima bantuan Rp 500 juta.

"Kalau kelompok tersebut tidak menerima, maka keresahan yang akan mereka alami dan akan berdampak kepada tidak menentunya kelompok tersebut. Terutama menjelang Pemilukada. Hal ini yang perlu dilihat oleh Dinas Provinsi Jawa Timur," terangnya.

Ditambahkan Kholil, di balik pengurangan jumlah bantuan tersebut, ditengarai adanya oknum yang sengaja mempermainkannya. Arahnya untuk menciptakan ketidakkondusifan Kabupaten Pamekasan.

"Kalau setiap ada bantuan terus dipermainkan seperti ini, maka pemerintah sendiri yang menciptakan morat-maritnya pembangunan," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau