Ekonomi Tumbuh 6,4 Persen, SBY Gembira

Kompas.com - 06/08/2012, 15:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gembira atas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2012 yang mencapai 6,4 persen. Angka ini sama dengan periode yang sama pada 2011.

Pertumbuhan ekonomi ini disampaikan Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (6/8/2012) "Alhamdulilah, saya berterima kasih kepada semua pihak dengan segala upaya dan kerja kerasnya. Kita bisa menjaga pertumbuhan (ekonomi) pada tingkat seperti itu," kata Presiden ketika membuka rapat koordinasi di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin.

Presiden menyebut ini sebagai kabar baik di kala dunia masih terus mengalami krisis di zona Eropa. Sebagian besar negara di dunia mengalami pertumbuhan di kisaran empat persen.

Kendati ekspor Indonesia turun 16 persen pada Juni 2012, Kepala Negara mengatakan, investasi meningkat. Maka itu, Kepala Negara meminta agar hambatan investasi terus dikikis habis. Jika hambatan investasi semakin kecil, perekonomian Indonesia pada kuartal ketiga akan lebih baik lagi.

"Oleh karena itu, saya akan pidatokan pada 16 Agustus 2012 soal adanya peluang investasi dan syarat iklimnya harus baik di seluruh tanah air. Ini tugas kita semua," kata Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau