Dimusnahkan, Miras Hasil Razia Selama Puasa

Kompas.com - 06/08/2012, 16:16 WIB

DEMAK, KOMPAS.com -- Polres Demak, Jawa Tengah, berhasil mengamankan sebanyak 1070 botol miras berbagai jenis dan 480 liter miras oplosan dalam operasi penyakit masyarakat yang di gelar selama puasa Ramadhan.

Ratusan botol miras dan minuman oplosan tersebut , disita petugas dari sejumlah toko dan warung di wilayah Kecamatan Demak Kota, Karanganyar, Sayung, Mranggen dan Karangawen, serta sejumlah tempat di sepanjang jalur pantura Demak yang disinyalir menjadi sarang peredaran miras.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Demak AKP Sutomo, Senin (6/8/2012) mengatakan, peredaran miras di Demak sangat meresahkan warga. Apalagi miras bukan hanya beredar di perkotaan saja, namun juga meluas hingga pedesaan. Prihatin dengan kondisi tersebut maka Polres Demak gencar melakukan razia miras selama bulan Ramadhan, agar tidak terjadi pelanggaran yang diakibatkan oleh pengaruh minuman keras, sehingga masyarkat merasa nyaman saat menjalankan ibadahnya.

"Kalau sudah mabuk, maka ingatannya akan hilang, sehingga mudah berbuat anarkis, karena sudah dipengaruhin alkohol," aata AKP Sutomo.

Lebih lanjut, pria berkumis tebal yang dikenal akrab dengan wartawan Demak tersebut, menjelaskan, selain menggelar razia miras, pihaknya juga melakukan pendekatan persuasif terhadap tokoh agama dan masyarkat, serta melakukan sosialisasi ke berbagai desa melalui tarawih keliling, terkait penyakit masyarakat

Hal itu agar kesucian bulan Ramadhan di Demak yang di kenal sebagai Kota Wali ini tidak terkotori oleh kemaksiatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau