Rapat JC Belum Juga Jelas

Kompas.com - 06/08/2012, 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) hingga saat ini masih belum memastikan kapan rapat kedua Joint Commite (JC) dilaksanakan. Rapat yang awalnya diselenggarakan pada 30 Juli itu, sempat dikabarkan akan diundur hingga awal Agustus. Namun, hingga kini penyelenggaranya pun belum jelas.

Dengan ketidakpastian tersebut, sudah pasti kompetisi akan ikut terpengaruh. Pasalnya, salah satu poin penting yang akan dibahas dalam rapat antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) itu adalah pembentukan kompetisi baru, yang sebelumnya terpecah dua yaitu Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL).

Manajer Pelita Jaya, Lalu Mara, saat dimintai pendapatnya terkait masalah tersebut berharap agar rapat JC bisa segera dilaksanakan. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya terus mengikuti perkembangan rapat tersebut untuk memastikan kejelasan format kompetisi.

"Saya pernah ajukan ke Djoko Driyono (salah satu anggota JC) agar kompetisi dimulai Oktober. Jadi, jangan sampai JC membelenggu kompetisi dan konflik federasi ini berimbas pada kompetisi. Jalan saja," kata Lalu Mara saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/8/2012).

Sekretaris Jenderal PSSI, Tri Goestoro, hingga saat ini belum bisa dimintai konfirmasi terkait kelanjutan pelaksanaan rapat tersebut. Beberapa waktu lalu, Tri sempat mengungkapkan bahwa PSSI masih berkonsultasi dengan pihak AFC terkait rapat tersebut. Sidang pertama JC sebelumnya diadakan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (12/7/2012). Pertemuan yang dihadiri delapan anggota JC dan satu perwakilan AFC, James Johnson, itu membahas lima poin penting dalam nota kesepahaman (MoU) antara PSSI dan KPSI untuk mengatasi kisruh sepak bola nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau