Palembang

Hore! Mobil Dinas Boleh Dipakai Mudik

Kompas.com - 07/08/2012, 06:53 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengizinkan pejabat di lingkungan pemerintah kota itu menggunakan mobil dinas selama Lebaran, tetapi tidak boleh dibawa ke luar Provinsi Sumatera Selatan.

Wali Kota Eddy Santana Putra, di Palembang, Senin (7/8/2012) mengatakan, "Silahkan saja menggunakan mobil dinas untuk berlebaran tetapi hanya dalam provinsi."

Eddy menjelaskan, kebijakan mengizinkan penggunaan kendaraan dinas tersebut merupakan salah satu upaya mendukung semakin eratnya silaturahmi antarmasyarakat, dan antar keluarga. Lebaran menjadi momentum yang sangat dinantikan umat muslim untuk saling bersilaturahim terutama bersama kelurga terdekat, sahabat karib dan lainnya termasuk melakukan perjalanan mudik.

"Jadi bisa saja pejabat menggunakan mobil dinas pulang kampung, namun masih dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan," katanya.

Menurut dia, pejabat pemkot hendaknya bisa menggunakan kendaraan dinas dengan bijak. "Jangan sampai karena diberi izin mengendara tidak menjaga aset negara itu dengan baik," sambungnya.

Eddy menambahkan, PNS di lingkungan pemkot setempat juga diminta untuk mematuhi masa libur atau cuti bersama. Kebijakan libur dan cuti bersama tidak boleh dilanggar dengan menambah waktu, karena akan ada sanksinya. Dia menjelaskan, pihaknya akan menindak tegas pegawai yang memperpanjang waktu libur. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau