JAKARTA, KOMPAS.com- Indeks Harga Saham Gabungan akan kembali dibayangi aksi ambil untung pada perdagangan Selasa (7/8/2012). Indeks bakal bergerak volatil dengan kecenderungan mendatar di akhir perdagangan.
Bursa Wall Street menghijau semalam. Data perekonomian yang positif di Amerika Serikat dan harapan pemulihan di Eropa menjadi katalis kenaikan. Indeks Dow Jones industrial average naik 21,34 poin (0,16 persen) ke 13.117,51. Indeks S&P500 menguat 3,24 poin (0,23 persen) ke 1.394,23. Indeks Nasdaq menguat 22,01 poin (0,74 persen) ke 2.989,91.
Kemarin, IHSG akhirnya ditutup cuma naik 5 poin (0,13 persen) ke level 4.105,49 dengan jumlah transaksi sebanyak 6,2 juta lot atau setara Rp 3,54 triliun. Sektor aneka industri, properti dan keuangan terkena aksi ambil untung di tengah kenaikan sektor-sektor lain.
Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 40,7 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli antara lain UNTR, SMGR, ADRO, ITMG, dan BMTR. Mata uang rupiah terapresiasi ke Rp 9.469 per dollar AS.
Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, IHSG mengalami kenaikan yang sangat terbatas. MACD Histogram menunjukan penguatan yang lemah dan stochastic telah mulai berbelok turun. IHSG mempunyai rentang 4.040-4.090-4.150-4.170 di mana saat ini masih dalam area konsolidasi.
Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan mengalami sentimen bervariasi dengan kecenderungan melemah. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah INDF,IMAS,HRUM dan TINS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang