PGRI Tak Percaya Akurasi Hasil UKG

Kompas.com - 07/08/2012, 12:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Sulistiyo, mengaku tidak percaya dengan akurasi hasil Uji Kompetensi Guru (UKG). Pasalnya, penyelenggaraan UKG tidak diimbangi dengan persiapan dan pelaksanaan yang optimal.

"Kami memang tidak percaya dengan hasil UKG yang sistemnya tak baik, terlebih soalnya juga banyak masalah, terutama dalam proses digitalisasinya," kata Sulistiyo kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2012), di Jakarta.

Lebih dari itu, Sulistiyo juga meragukan paparan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tentang adanya guru peserta UKG yang mendapat nilai nol. Dia merasa tak percaya bahwa guru, khususnya yang telah disertifikasi, tidak memiliki kompetensi sama sekali.

"Apa benar guru sama sekali tak punya kompetensi? Kami semakin tidak percaya bahwa UKG dapat mengukur kompetensi guru," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, nilai rata-rata sementara UKG masih sangat rendah. Berdasarkan pengolahan data Kemdikbud pada 289.770 guru peserta dari 369.799 guru yang telah mengikuti UKG selama lima hari diketahui bahwa nilai rata-rata sementara UKG hanya sekitar 43. Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh juga menyampaikan bahwa ada guru peserta UKG yang mendapatkan nilai nol.

Sejumlah pihak meragukan hal tersebut, pasalnya sangat kecil kemungkinan guru mendapat nilai nol dengan 100 soal berformat pilihan ganda. UKG sendiri digelar mulai 30 Juli sampai 12 Agustus 2012 mendatang. Untuk gelombang dua, UKG digelar mulai 2 Oktober yang akan datang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau