Obama: Romney seperti Kebalikan dari Robin Hood

Kompas.com - 07/08/2012, 13:45 WIB

STAMFORD, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama, Senin (6/8/2012), secara bercanda mengatakan bahwa rencana kebijakan pajak rivalnya dalam pemilu, Mitt Romney, akan merampas harta milik masyarakat kelas menengah demi membantu orang-orang kaya.

Hal itu menurutnya seperti Robin Hood, tetapi dalam versi sebaliknya. Obama mengintensifkan serangannya pada rencana reformasi perpajakan dari kandidat Partai Republik itu saat acara penggalangan dana di Connecticut. Pada satu hari terungkap bahwa rivalnya itu berhasil mengumpulkan dana sebesar 25 juta dollar AS pada penggalangan dana kampanye bulan lalu.

"Itu seperti kebalikan dari Robin Hood. Itu adalah Romney Hood," kata Obama. Menurutnya, rencana lawannya itu akan membuat kelas menengah menanggung beban dan justru akan menguntungkan orang-orang kaya. "Jika ini terdengar seperti sebuah ide yang sulit dijelaskan atau dijual kepada orang Amerika, Anda benar," kata Obama.

"Mereka mencoba menjual prinsip trickle down kepada kita. Pemotongan pajak yang dilakukan sebelumnya."

Dalam serangan melalui iklan, Obama mengatakan Romney akan menaikkan pajak pada keluarga yang memiliki anak-anak sebesar 2.000 dollar AS untuk rencana perpajakannya yang bernilai 5 triliun dollar AS. Incumbent dari Partai Demokrat itu mengatakan, hal itu sebagian besar justru akan menguntungkan orang-orang kaya.

Sebuah panel independen yang berafiliasi dengan Institusi Brookings pekan lalu mengatakan bahwa rencana Romney untuk menurunkan tarif dan menjaga keringanan pajak berarti "pemotongan pajak yang besar bagi rumah tangga berpenghasilan tinggi dan meningkatkan beban pajak bagi pembayar pajak kelas menengah dan atau berpenghasilan rendah."

Romney mengajukan angka pemotongan pajak penghasilan sebesar 20 persen, menghilangkan pajak penghasilan dari investasi, menghilangkan pajak tanah, dan memotong pajak perusahaan. Untuk mengimbangi hilangnya pendapatan sebesar 360 miliar dollar AS, studi tersebut mengatakan pemerintah terpaksa mengakhiri keuntungan-keuntungan dari pajak, sebuah tindakan yang tentunya akan menyakiti mereka yang berpenghasilan rendah.

Kampanye Romney mengabaikan studi tersebut, yang menunjukkan penulisnya sebagai partisan dan mengatakan hal itu hanya setengah dari kerangka rencana perpajakan Romney. Calon dari Partai Republik itu, Senin, mengumumkan bahwa ia telah mengumpulkan 101 miliar dollar AS untuk kampanyenya pada Juli. Sementara itu, Obama baru mengumpulkan 75 juta dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau