STAMFORD, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama, Senin (6/8/2012), secara bercanda mengatakan bahwa rencana kebijakan pajak rivalnya dalam pemilu, Mitt Romney, akan merampas harta milik masyarakat kelas menengah demi membantu orang-orang kaya.
Hal itu menurutnya seperti Robin Hood, tetapi dalam versi sebaliknya. Obama mengintensifkan serangannya pada rencana reformasi perpajakan dari kandidat Partai Republik itu saat acara penggalangan dana di Connecticut. Pada satu hari terungkap bahwa rivalnya itu berhasil mengumpulkan dana sebesar 25 juta dollar AS pada penggalangan dana kampanye bulan lalu.
"Itu seperti kebalikan dari Robin Hood. Itu adalah Romney Hood," kata Obama. Menurutnya, rencana lawannya itu akan membuat kelas menengah menanggung beban dan justru akan menguntungkan orang-orang kaya. "Jika ini terdengar seperti sebuah ide yang sulit dijelaskan atau dijual kepada orang Amerika, Anda benar," kata Obama.
"Mereka mencoba menjual prinsip trickle down kepada kita. Pemotongan pajak yang dilakukan sebelumnya."
Dalam serangan melalui iklan, Obama mengatakan Romney akan menaikkan pajak pada keluarga yang memiliki anak-anak sebesar 2.000 dollar AS untuk rencana perpajakannya yang bernilai 5 triliun dollar AS. Incumbent dari Partai Demokrat itu mengatakan, hal itu sebagian besar justru akan menguntungkan orang-orang kaya.
Sebuah panel independen yang berafiliasi dengan Institusi Brookings pekan lalu mengatakan bahwa rencana Romney untuk menurunkan tarif dan menjaga keringanan pajak berarti "pemotongan pajak yang besar bagi rumah tangga berpenghasilan tinggi dan meningkatkan beban pajak bagi pembayar pajak kelas menengah dan atau berpenghasilan rendah."
Romney mengajukan angka pemotongan pajak penghasilan sebesar 20 persen, menghilangkan pajak penghasilan dari investasi, menghilangkan pajak tanah, dan memotong pajak perusahaan. Untuk mengimbangi hilangnya pendapatan sebesar 360 miliar dollar AS, studi tersebut mengatakan pemerintah terpaksa mengakhiri keuntungan-keuntungan dari pajak, sebuah tindakan yang tentunya akan menyakiti mereka yang berpenghasilan rendah.
Kampanye Romney mengabaikan studi tersebut, yang menunjukkan penulisnya sebagai partisan dan mengatakan hal itu hanya setengah dari kerangka rencana perpajakan Romney. Calon dari Partai Republik itu, Senin, mengumumkan bahwa ia telah mengumpulkan 101 miliar dollar AS untuk kampanyenya pada Juli. Sementara itu, Obama baru mengumpulkan 75 juta dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang