Jeremy Tewas Dibacok Saat Tawuran Pelajar

Kompas.com - 07/08/2012, 14:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran antarkelompok pelajar di Bintaro memakan korban jiwa. Jeremy Hasibuan (16), siswa SMA Kartika tewas setelah mengalami luka bacok saat tawuran dengan kelompok siswa SMA 87 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Pembacoknya sudah ditangkap di rumahnya di Rempoa (Jakarta Selatan)," kata Kanit Reskrim Polsek Pesanggarahan Ajun Komisaris Nurdin saat dikonfirmasi, Selasa (7/8/2012).

Tersangka pelaku yang diamankan petugas berinisial AM alias Bogo, siswa SMA 87. Selain AM, pihak kepolisian juga mengamankan enam siswa lainnya yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

"Tapi yang lain masih belum diketahui perannya," sambung Nurdin.

Tawuran antarkelompok pelajar itu terjadi pada Senin (6/8/2012) kemarin sore, di Jalan Taman Barat Bintaro antara SMA Kartika dan SMA 87. Tawuran baru terhenti setelah dibubarkan petugas.

Di lokasi kejadian, petugas mendapati Jeremy yang terbujur di jalan akibat terluka setelah tertancap plat besi di bagian kepala. Jeremy pun segera dilarikan ke Rumah Sakit dr Soeyoto, Pesanggrahan. Hingga Senin malam, kondisinya masih kritis. Namun, Selasa pagi tadi, nyawanya tak tertolong.

Dari lokasi tawuran, Polisi menemukan sejumlah perlengkapan yang digunakan untuk tawuran, di antaranya sabuk berkepala gir motor dan sebuah plat besi tajam. Ikut diamankan satu unit sepeda motor B 6827 WET yang ditinggalkan para pelajar di lokasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau