Harga Kebutuhan Pokok di Kupang Terus Naik

Kompas.com - 07/08/2012, 15:17 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus beranjak naik. Kenaikan harga terjadi merata untuk semua kebutuhan pokok, termasuk kebutuhan lainnya.

Di Pasar Inpres Naikoten, misalnya, sesuai pantauan pada Selasa (7/8/2012), harga beras antara Rp 7.500 dan Rp 11.500, minyak goreng antara Rp 11.000 dan Rp 13.000 per liter, sabun mandi antara Rp 2.000 dan Rp 10.000 per buah, ikan kering antara Rp 15,000 dan Rp 30.000 per kg, minyak tanah Rp 5.000 dan Rp 6.000 per liter.

Sebelumnya, harga beras antara Rp 7300 dan Rp 10.000, minyak goreng Rp 9.000 dan Rp 12.000 per liter, ikan kering Rp 12.000 dan Rp 20.000, dan minyak tanah Rp 3.000 dan Rp 5.000 per liter.

Tony Taduhere, pedagang bawang dan bumbu dapur, mengemukakan, harga kebutuhan pokok dari kota-kota besar, seperti Surabaya (Jawa Timur) dan Makassar (Sulawesi Selatan), memicu kenaikan harga di Kupang.

"Beras dan kebutuhan pokok lain naik, berarti seluruh kebutuhan ikut naik. Kenaikan itu tidak dapat dihindarkan karena komponen kebutuhan lain pun bergantung pada kebutuhan pokok," tutur Taduhere.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau