Kebakaran Tidak Halangi Kemiyem Berpuasa

Kompas.com - 07/08/2012, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hebat yang melanda perumahan padat di Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012) malam tidak menghalangi Ibu Kemiyem (62) untuk tetap berpuasa.

Seorang nenek yang memiliki delapan cucu ini mengaku akan tetap melaksanakan perintah agamanya walaupun sedang ditempa cobaan berat.

"Insya Allah kuat ya mbak puasanya. Alhamdulillah tadi pagi, saya sama bapak tidak kesulitan makan sahur, tadi ada yang mengantar nasi," ujar Kemiyem, saat ditemui usai Shalat Dzuhur berjamaah di Mesjid Jami Al Mujahidin, Karet Tengsin, Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Kejadian kebakaran semalam adalah kejadian yang ketiga kalinya bagi Kemiyem. "Sebelumnya juga pernah tahun 1996 juga tahun 2000. Cuma tahun ini aja kejadiannya pas puasa, jadi ujiannya lebih banyak," kata Kemiyem.

Selain rumahnya yang habis terbakar, ternyata rumah empat orang anaknya juga ikut habis terbakar. Namun, dengan semua kejadian yang menimpanya ini, ia justru mengaku lebih ikhlas dan mensyukuri atas semua ujian pemberian Allah.

"Baru mau Lebaran, ternyata rumah sudah habis, jadi harus lebih sabr dan ikhlas mbak. Itu semuanya sudah rencana Gusti Allah," kata Kemiyem.

Ia pun menceritakan kronologis terjadinya kebakaran hebat semalam yang melahap sekitar 400 rumah dan 200 ruko tersebut. "Saya semalam Shalat Tarawih di Masjid At Taqwa, di seberang jalan. Baru sampai rakaat keenam, ada orang ramai teriak kebakaran, langsung saja saya rapihkan mukena dan lari ke rumah saya," tuturnya.

Ia melanjutkan, saat ia sampai di rumahnya, beruntung api belum merembet sampai ke rumahnya. Sehingga, ia bersama keluarga lainnya masih bisa menyelamatkan harta benda mereka.

Seorang ibu dengan lima anak yang beralamat di RT 4 Karet Tengsin ini meyakini sifat ikhlas yang ditanamkan pada dirinya akan berbuah manis.

"Semuanya sudah rencana Allah. Kalau kita ikhlas, nanti Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik," katanya.

Sementara itu, menurut pantauan di lokasi, tidak sedikit pengungsi kebakaran yang tidak melaksanakan puasa. Di lokasi, banyak sekali pedagang makanan dan minuman yang juga laris dibeli oleh para pengungsi korban kebakaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau