JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hebat yang melanda perumahan padat di Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012) malam tidak menghalangi Ibu Kemiyem (62) untuk tetap berpuasa.
Seorang nenek yang memiliki delapan cucu ini mengaku akan tetap melaksanakan perintah agamanya walaupun sedang ditempa cobaan berat.
"Insya Allah kuat ya mbak puasanya. Alhamdulillah tadi pagi, saya sama bapak tidak kesulitan makan sahur, tadi ada yang mengantar nasi," ujar Kemiyem, saat ditemui usai Shalat Dzuhur berjamaah di Mesjid Jami Al Mujahidin, Karet Tengsin, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Kejadian kebakaran semalam adalah kejadian yang ketiga kalinya bagi Kemiyem. "Sebelumnya juga pernah tahun 1996 juga tahun 2000. Cuma tahun ini aja kejadiannya pas puasa, jadi ujiannya lebih banyak," kata Kemiyem.
Selain rumahnya yang habis terbakar, ternyata rumah empat orang anaknya juga ikut habis terbakar. Namun, dengan semua kejadian yang menimpanya ini, ia justru mengaku lebih ikhlas dan mensyukuri atas semua ujian pemberian Allah.
"Baru mau Lebaran, ternyata rumah sudah habis, jadi harus lebih sabr dan ikhlas mbak. Itu semuanya sudah rencana Gusti Allah," kata Kemiyem.
Ia pun menceritakan kronologis terjadinya kebakaran hebat semalam yang melahap sekitar 400 rumah dan 200 ruko tersebut. "Saya semalam Shalat Tarawih di Masjid At Taqwa, di seberang jalan. Baru sampai rakaat keenam, ada orang ramai teriak kebakaran, langsung saja saya rapihkan mukena dan lari ke rumah saya," tuturnya.
Ia melanjutkan, saat ia sampai di rumahnya, beruntung api belum merembet sampai ke rumahnya. Sehingga, ia bersama keluarga lainnya masih bisa menyelamatkan harta benda mereka.
Seorang ibu dengan lima anak yang beralamat di RT 4 Karet Tengsin ini meyakini sifat ikhlas yang ditanamkan pada dirinya akan berbuah manis.
"Semuanya sudah rencana Allah. Kalau kita ikhlas, nanti Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik," katanya.
Sementara itu, menurut pantauan di lokasi, tidak sedikit pengungsi kebakaran yang tidak melaksanakan puasa. Di lokasi, banyak sekali pedagang makanan dan minuman yang juga laris dibeli oleh para pengungsi korban kebakaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang