Kebakaran Tambora Berasal dari Korsleting

Kompas.com - 08/08/2012, 08:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Musibah kebakaran yang terjadi di Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/8/2012) dini hari, diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik sebuah usaha konveksi. Kebakaran tersebut merupakan kali kedua pada bulan Ramadhan tahun ini.

"Rumah yang terbakar ada 75 unit, yang dihuni 400 jiwa dari 100 KK (kartu keluarga)," kata Sutarno, Kepala Seksi Oprasi Kebakaran Jakarta Barat, kepada Kompas.com, Selasa (8/8/2012) pagi.

Sutarno mengatakan, menurut keterangan warga, api berasal dari korsleting di usaha konveksi milik Iren. Sebanyak 35 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api tersebut.

Menurut Sutarno, api mulai membesar pukul 02.30 WIB. Lokasi yang hangus terbakar berada di RT 001 dan RT 004 RW 007. Sampai berita ini diturunkan, lokasi kebakaran masih dalam tahap pendinginan dan tidak ada korban jiwa.

Sebelumnya kebakaran juga terjadi di Kecamatan Tambora pada Sabtu (28/7/2012). Sebanyak 1.350 warga kehilangan rumah dan harta bendanya. Selain itu, dua anak balita bernama Rama (4) dan Andin Lestari (3,5) menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa itu. Kecamatan Tambora dengan kepadatan penduduk 43.789 jiwa per kilometer persegi merupakan kecamatan terpadat se-Asia Tenggara. Kebakaran pun kerap terjadi di lokasi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau