JAKARTA, KOMPAS.com- Bursa global menghijau semalam setelah data di Amerika Serikat positif dan ada harapan terkait pembenahan perekonomian Uni Eropa. Meski demikian, potensi pelemahan akibat aksi ambil untung tetap membayangi Indeks Harga Saham Gabungan, Rabu (8/8/2012).
Indeks Dow Jones industrial average naik 51,09 poin (0,39 persen) ke 13.168,60. Indeks S&P500 menguat 0,51 persen, dan Nasdaq naik 0,87 persen. Yield obligasi pemerintah AS dan Jerman menyentuh level terendah dalam sejarah.
Dari bursa domestik, kemarin IHSG ditutup turun 19 poin (0,48 persen) ke level 4,085.58 dengan jumlah transaksi sebanyak 12,8 juta lot atau setara Rp 5.36 triliun. Tercatat 84 saham menguat, 155 saham melemah, 90 saham tidak mengalami perubahan, dan 129 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler Rp 72.2 miliar dengan saham yang paling banyak dijual adalah BBNI, ENRG, BBRI, PGAS, dan ASRI. Sementara itu, rupiah terdepresiasi ke Rp 9,472 per dollar AS.
Menurut riset eTrading Securities, kemarin IHSG mengalami penurunan setelah gagal menembus resistance 4.149 sehingga selanjutnya IHSG akan mencoba lagi support 4.059. Bar MACD Histogram telah mengalami death-cross dan fast-stohastic mengarah ke bawah.
Untuk perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada di level support 4.059 dan resistance 4.149, dengan sentimen bervariasi dengan kecenderungan melemah. Saham-saham yang dapat diperhatikan adalah BUMI, TLKM, TINS, dan MAIN.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang