Pasar modal

Global Menghijau, IHSG Tetap Rawan Ambil Untung

Kompas.com - 08/08/2012, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Bursa global menghijau semalam setelah data di Amerika Serikat positif dan ada harapan terkait pembenahan perekonomian Uni Eropa. Meski demikian, potensi pelemahan akibat aksi ambil untung tetap membayangi Indeks Harga Saham Gabungan, Rabu (8/8/2012).

Indeks Dow Jones industrial average naik 51,09 poin (0,39 persen) ke 13.168,60. Indeks S&P500 menguat 0,51 persen, dan Nasdaq naik 0,87 persen. Yield obligasi pemerintah AS dan Jerman menyentuh level terendah dalam sejarah.

Dari bursa domestik, kemarin IHSG ditutup turun 19 poin (0,48 persen) ke level 4,085.58 dengan jumlah transaksi sebanyak 12,8 juta lot atau setara Rp 5.36 triliun. Tercatat 84 saham menguat, 155 saham melemah, 90 saham tidak mengalami perubahan, dan 129 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler Rp 72.2 miliar dengan saham yang paling banyak dijual adalah BBNI, ENRG, BBRI, PGAS, dan ASRI. Sementara itu, rupiah terdepresiasi ke Rp 9,472 per dollar AS.

Menurut riset eTrading Securities, kemarin IHSG mengalami penurunan setelah gagal menembus resistance 4.149 sehingga selanjutnya IHSG akan mencoba lagi support 4.059. Bar MACD Histogram telah mengalami death-cross dan fast-stohastic mengarah ke bawah.

Untuk perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada di level support 4.059 dan resistance 4.149, dengan sentimen bervariasi dengan kecenderungan melemah. Saham-saham yang dapat diperhatikan adalah BUMI, TLKM, TINS, dan MAIN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau