Adhi Karya Bakal Bangun Monorail

Kompas.com - 08/08/2012, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan membangun Jakarta Link Transportation (Monorail Project) untuk mengatasi kemacetan ibukota Jakarta. Jika disetujui, proyek ini bisa selesai dalam 2,5 tahun ke depan dan bisa beroperasi pada 2015.

Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menjelaskan proyek tersebut merupakan kelanjutan dari proyek monorail yang terbengkalai beberapa tahun lalu. Rencananya, perseroan akan membangun monorail sepanjang 13 km.

"Kami menargetkan proyek ini memiliki masa konstruksi 2,5 tahun dengan nilai investasi Rp 3,73 triliun, dengan catatan disetujui oleh Pemda DKI Jakarta," kata Kiswo saat pemaparan di acara Temu Akbar Engineering BUMN 2012" di kantor Pertamina Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Sebelumnya, Adhi Karya memang sudah bergabung dengan PT Jakarta Monorail untuk membangun proyek monorail. Perseroan memiliki 7,5 persen saham di PT Jakarta Monorail. Namun karena proyeknya mangkrak dan dana investor tidak cair, maka perseroan memilih untuk hengkang di proyek kerjasama itu.

Rencananya, Adhi Karya ingin membangun monorail dengan kapasitas 77.500 orang per arah per hari serta berkapasitas 200 orang per gerbong. Feeder yang akan dibangun seitar 16 stasiun unit mulai dari Tanah Abang, Grand Indonesia, Dukuh Atas, Four Season Kuningan berputar ke SCBD melewati jalan Satrio, Bendungan Hilir, Istora dan Senayan.

"Nanti juga bisa disambung lagi dari Senayan ke Palmerah, kan disitu sudah ada tiang pancangnya," jelasnya.

Proyek monorail ini juga akan dikoneksikan dengan proyek Mass Rapid Transportation (MRT) dan Commuter Line di Dukuh Atas. Begitu juga dengan Trans Jakarta. Jadi stasiun di Dukuh Atas ini menjadi sentralnya.

"Apalagi nanti rencananya PT Kereta Api juga akan membangun kereta ke bandara. Jadi orang asing bisa dari bandara langsung ke Dukuh Atas, menuju pusat-pusat bisnis seperti di Singapura," jelasnya.

Proyek monorail ini juga akan bekerjasama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) dalam hal integrasi sistem, rolling stock dan depo. Selain itu juga bekerjasama dengan PT LEN Industri (Persero) dalam hal signal system dan ticketing. Sementara operasionalnya nanti bisa melalui PT Kereta Api.

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menilai hal ini merupakan proyek bagus. Sehingga Adhi Karya bisa langsung segera memprosesnya. "Saya setuju proyek ini, apalagi tiang pancangnya sudah ada, tinggal lanjutkan. Tapi proyek ini harus mendapat izin dari Pemda DKI Jakarta biar cepat," kata Dahlan.

Dengan proyek ini, Dahlan berharap agar dosa-dosa perseroan saat terkena kasus Hambalang bisa ditebus. Yaitu melakukan proyek tepat sasaran dan menguntungkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau