Simpan Heroin, Adik Bandar Ekstasi Dibekuk

Kompas.com - 08/08/2012, 17:26 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com -- Indadjanto Kok Siang alias Totok dibekuk jajaran Direktorat Narkoba Polda Bali di Jalan Popies Line I/20 Legian, Kuta, Badung, Senin (06/08/2012) karena menyimpan 2,5 gram heroin. Yang menarik, Totok ternyata adik kandung bandar besar ekstasi Indrayanto alias Wawan M3 yang ditangkap polisi Diraja Malaysia tahun 2009 lalu.

Totok yang selama ini sudah menjadi target operasi polisi pada Senin malam lalu terlihat berdiri seorang diri di depan hotel tempatnya menginap, Sari Bali Cottage di Jalan Popies Line I/20 Legian, Kuta. Polisi tak ingin membuang kesempatan ini dan langsung membekuk Totok di tempat. Saat menggeledah pakaian Totok, polisi menemukan barang bukti 2,5 gram heroin yang dibungkus plastik klip.

"Totok dan barang bukti heroin seberat 2,5 gram sudah kami amankan di Mapolda Bali," ujar Dir Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Mulyadi kepada wartawan, Rabu (08/08/2012).

Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mencari tahu asal usul barang haram tersebut. Totok sudah lama menjadi TO polisi karena diduga menjadi pengedar narkoba mengikuti jejak kakaknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau