Indonesia Punya 73 Varietas Kedelai

Kompas.com - 08/08/2012, 21:28 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Meskipun kedelai impor dari negara seperti Amerika Serikat membanjiri Indonesia, sesungguhnya Indonesia kaya dengan varietas kedelai. Tercatat ada 73 varietas sejak puluhan tahun lalu.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Haryono, di Bandung, Rabu (8/8/2012).

Dia menegaskan, sebetulnya Indonesia bisa bersaing dengan Amerika Serikat dalam hal produksi kedelai. Saat ini Indonesia mengimpor 1,8 juta ton kedelai setiap tahun untuk memenuhi konsumsi masyarakat.

"Indonesia sudah memiliki benih dari hasil persilangan dan cocok untuk ditanam di berbagai kondisi tanah," kata Haryono.

Selain itu, Haryono mengungkapkan, kedelai di Indonesia sudah bisa dipanen dalam waktu 80-90 hari, sedangkan kedelai di Amerika Serikat butuh waktu sekitar 130 hari.

Dengan demikian, meski tertinggal dalam produksi per hektar, benih kedelai Indonesia bisa "membalasnya" dalam sisi kecepatan panen.

Beberapa varietas Indonesia, antara lain, wilis, kaba, sinabung, grobogan, anjasmoro, argomulyo, burangrang, detam 2, tanggamus, dan gepak kuning.

Awalnya, lanjut Haryono, kedelai adalah tanaman yang cocok di negara daerah tropis, seperti Amerika Serikat, yang mendapat limpahan sinar matahari lebih panjang.

Pada musim panas, durasi penyinaran bisa mencapai 18 jam, sehingga ideal untuk bertanam kedelai. Namun, ada pula negara subtropika seperti Brasil yang berhasil menanam kedelai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau