Operasi Militer Besar-besaran

Kompas.com - 09/08/2012, 02:56 WIB

Kairo, Kompas - Militer Mesir, Rabu (8/8), menjalankan operasi militer besar-besaran di Semenanjung Sinai untuk mengejar kelompok militan yang diduga bertanggung jawab atas tewasnya 16 petugas penjaga perbatasan Mesir. Operasi itu melibatkan helikopter tempur Apache dan puluhan kendaraan lapis baja.

Operasi yang digelar Rabu dini hari itu mengincar sejumlah sasaran yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata di sepanjang kawasan dari kota El Arish hingga perbatasan Mesir-Jalur Gaza sejauh 40 kilometer.

Beberapa kali suara ledakan keras terdengar di sekitar kota Sheikh Zuweid, yang terletak antara El Arish dan perbatasan Mesir-Jalur Gaza, khususnya di Desa Touma. Pasukan Mesir mengerahkan heli-heli Apache untuk menyerbu kota yang dikenal sebagai salah satu basis kaum militan di Semenanjung Sinai.

Sedikitnya 20 anggota kelompok bersenjata tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan pasukan Mesir itu. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo, Mesir.

Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada Selasa malam, kelompok-kelompok bersenjata kembali menyerang tiga pos militer Mesir di sekitar kota El Arish, termasuk satu pos pemeriksaan di jalur jalan raya menuju Rafah di perbatasan Mesir-Jalur Gaza.

Kelompok bersenjata dilaporkan membuat perangkap di beberapa titik untuk menyergap pasukan Mesir. Mereka juga berusaha menembak jatuh helikopter tempur Mesir.

Sejumlah aparat keamanan dan prajurit Divisi II Angkatan Darat Mesir dilaporkan mengalami luka-luka dalam aksi saling serang itu.

Suasana di kawasan tersebut serta-merta menjadi seperti medan perang sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Namun, suasana dilaporkan berangsur-angsur tenang kembali, Rabu siang.

Ratusan warga kota El Arish, Rabu siang, turun ke jalan menggelar unjuk rasa meminta militer Mesir terus melancarkan serangan terhadap gembong-gembong kelompok militan di wilayah itu.

Kekuatan penuh

Kementerian Pertahanan Mesir, Senin lalu, mengumumkan bahwa Divisi II AD Mesir dalam keadaan siaga penuh. Divisi II yang bermarkas di kota Ismailiya, sekitar 110 kilometer arah timur kota Kairo, bertanggung jawab atas keamanan di lokasi strategis sepanjang Terusan Suez dan wilayah Gurun Sinai Utara hingga perbatasan Mesir-Jalur Gaza dan Mesir-Israel.

Anggota Divisi II dalam jumlah besar yang dilengkapi kendaraan lapis baja dan helikopter tempur Apache buatan AS telah menyeberangi Terusan Suez sejak Senin lalu menuju kota El Arish dan wilayah sekitar perbatasan.

Militer Mesir juga menyatakan wilayah Semenanjung Sinai Utara sebagai wilayah tertutup. Selain persenjataan berat, pasukan Mesir juga mengerahkan sejumlah buldoser untuk menutup terowongan bawah tanah yang menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza.

Mesir menutup pula sejumlah kawasan di sekitar kota resor wisata Sharm El Sheikh dan Nuweiba di Sinai Selatan. Militer khawatir simpatisan kelompok militan bersenjata di Sinai Utara akan melancarkan serangan balasan ke wilayah wisata itu.

Pengerahan kekuatan militer besar-besaran ini merupakan reaksi Kairo atas penyerangan sekelompok orang bersenjata ke pos penjaga perbatasan Mesir, Minggu malam. Juru bicara kepresidenan Mesir, Yaser Ali, mengungkapkan, sejauh ini belum ada informasi lengkap dan pasti tentang identitas pelaku serangan yang menewaskan 16 anggota militer Mesir itu.

Ali menjelaskan, ada dugaan bahwa penyerang adalah warga Mesir, tetapi ada juga yang menyebut penyerang adalah gabungan antara warga Mesir dan warga Palestina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau