6 Alasan Utama Pemicu Pertengkaran Saat Berlibur

Kompas.com - 09/08/2012, 16:07 WIB

KOMPAS.com — Berlibur bersama pasangan seharusnya menjadi masa yang indah. Meski demikian, berlibur bersama pasangan yang rencananya untuk senang-senang serta menghilangkan stres justru bisa menyulut pertengkaran.

Menurut penelitian terbaru, pertengkaran mudah tersulut oleh bikini dan mata pria. Alasan utama meledaknya pertengkaran saat liburan adalah menangkap basah pasangan ketika menikmati pemandangan indah perempuan berbikini di pantai.

Peringkat kedua yang paling sering menjadi alasan adu mulut dengan pasangan adalah pria lebih suka melakukan kegiatan yang aktif, sedangkan perempuan lebih memilih ke lounge ataupun bersantai di samping kolam renang atau di pinggir pantai. Penyebab berikutnya yang sering jadi pencetus pertengkaran adalah saat memutuskan tempat makan dan jenis makanan yang diinginkan. Menurut riset, alasan keempat yang timbul dari pertengkaran penyebabnya adalah konsumsi alkohol.

article-2184921-146BA9FF000005DC-660_468x545 (Paris Hilton dan kekasihnya Frederick terlihat bahagia, tapi 79 persen pasangan mengaku memiliki setidaknya dua argumen besar saat istirahat)

Membaca peta dan mengemudi adalah sumber perselisihan selanjutnya saat berlibur keluar negeri. Terakhir adalah packing (berkemas) juga menjadi sumber ketegangan dalam berlibur. Menurut penelitian, packing terlalu sedikit atau terlalu banyak yang sering menjadi pemicu adu mulut saat berlibur.

Selain itu, berdandan terlalu lama, menghabiskan terlalu banyak uang, sampai masalah ke bandara tepat waktu dan masalah dengan mata uang juga menjadi jawaban yang diberikan oleh 1.000 warga Inggris dalam survei yang digelar sebuah situs perjalanan Latedeals.co.uk.

Calum Macdonald dari Latedeals berkata, "Semua orang memiliki ide mereka sendiri tentang sebuah liburan yang sempurna. Jika kenyataannya tidak sesuai harapan maka pertengkaran pun meledak."

Kesimpulan dari hasil penelitian ini terungkap, 79 persen pasangan mengaku memiliki setidaknya dua argumen besar saat berlibur berduaan lebih dari dua minggu. Sedangkan 62 persen mengaku, mereka berselisih setiap hari selama liburan. Fakta lain yang mengejutkan adalah 6 persen dari pasangan bahkan pindah ke kamar yang terpisah selama liburan mereka karena ketegangan yang belum terselesaikan.

"Sangat mengejutkan begitu banyaknya pasangan yang justru bertengkar saat berlibur. Jawaban dari masalah ini adalah kompromi. Salah satunya mungkin dengan menemukan resor yang menawarkan berbagai kegiatan untuk memenuhi semua selera sehingga tidak ada yang merasa tidak puas."

(Foto: Dailymail)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau