Video Sindir Jokowi Tersebar, Foke Pilih Bungkam

Kompas.com - 09/08/2012, 16:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fauzi Bowo memilih bungkam terkait pernyataan kontroversial yang menyindir Joko Widodo saat mengunjungi korban kebakaran di Karet Tengsin pada Selasa (7/8/2012) lalu.

"Saya tidak ingin memberikan komentar. Apa yang saya lakukan itu hanya bagian dari inspeksi saya saat mengunjungi warga saya yang kena musibah," kata Foke, sapaan Fauzi Bowo, di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Mengenai tanggapan dari tim suksesnya bahwa dirinya hanya bercanda saat melontarkan pernyataan tersebut, ia tetap bersikeras tak mau memberikan tanggapan. Kehadirannya saat itu bertujuan untuk melihat kondisi warga Jakarta yang menjadi korban kebakaran sekaligus memberikan bantuan.

"Saya tidak perlu memberikan tanggapan terhadap kejadian tersebut. Tidak ada komentar apa pun," ujar Foke.

Ia menambahkan bahwa dengan kedatangannya tersebut, dirinya dapat melihat langsung kondisi kawasan yang habis terbakar dan dapat langsung menginstruksikan kepada jajarannya untuk menginventarisir kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi korban kebakaran.

"Pastinya saya datang mau membantu mereka. Meminta mereka bersabar dalam menghadapi musibah tersebut. Saat ini sedang diinventarisir masalah mereka," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, petahana Fauzi Bowo melontarkan pernyataan yang menyindir saingannya di Pilkada DKI, Joko Widodo, saat berkunjung ke lokasi pengungsian korban kebakaran Kalimati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/8/2012). Sindiran sang Gubernur yang kembali maju dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini bahkan terekam kamera video salah satu televisi swasta. Video tersebut juga diunggah ke YouTube dan memancing komentar warga.

Di dalam video berjudul 'Kunjungi Warga Karet Tengsin (musibah kebakaran, foke justru berkampanye' itu, Foke bertanya kepada warga perihal pilihan warga dalam Pilkada DKI putaran kedua.

"Sekarang lo nyolok siapa? Kalo nyolok Jokowi, mending mah bangun di Solo aja," kata Foke.

Sebelumnya Kepala Media Center Tim Foke-Nara, Kahfi Siregar, mengatakan bahwa pernyataan Foke tersebut adalah gaya bercanda Foke kepada warga. Ia menjelaskan bahwa Foke memang selalu tampil apa adanya walaupun ada kamera.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau