Pengacara Berebut Pria AS, Sidang Narkoba Batal

Kompas.com - 09/08/2012, 17:25 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com -- Sidang kasus narkoba dengan terdakwa warga Negara Amerika Serikat (AS), Henry Rice Scobee, di Pengadilan Denpasar, Kamis (09/08/2012) siang tadi terpaksa batal gara-gara 2 pengacara berebut untuk menjadi kuasa hukum terdakwa.

Kedua pengacara yang berselisih adalah Maya Arsanti dan M Husen. Keduanya mengklaim sebagai kuasa hukum terdakwa dengan argumentasi masing-masing. Pada sidang perdana pekan lalu, Scobee telah menunjuk Husen sebagai kuasa hukumnya. Namun di tengah jalan, Scobee ingin mengganti Husen dengan Maya sebagai kuasa hukumnya.

Belum diketahui alasan Scobee mengganti kuasa hukumnya. Namun dalam sidang hari ini Husen tetap ngotot ingin mendampingi kliennya tersebut di persidangan dengan alasan kondisi kesehatan mental Scobee yang sering lupa. Sementara, Maya pun memiliki bukti kuat surat kuasa sebagai penasehat hukum Scobee. Surat kuasa ini diberikan setelah Scobee mencabut surat kuasa Husen sebagai penasehat hukumnya pekan lalu.

Majelis hakim yang tak mau ambil pusing dengan masalah ini memilih untuk membatalkan sidang dan meminta kedua pengacara untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kami persilakan agar mengambil jalan tengah, kami memberi kesempatan untuk terdakwa menunjuk pengacara, dan memberi kepastian pengacara mana yang saudara pakai," kata Ketua Majelis Hakim Anak Agung Ketut Anom Wirakanta.

Seperti diberitakan, Scobee yang merupakan pensiunan kontraktor ini dibekuk polisi di Alex Home Stay, JL Raya Legian Kuta pada 3 Mei silam. Saat polisi menggeledah kamar terdawa, ditemukan narkotika jenis ganja seberat 0,98 gram di dalam kotak kayu yang tergeletak di atas meja. Saat ditanya polisi tentang barang haram tersebut, terdakwa mengaku sebagai seorang pecandu. Namun saat diminta menunjukkan surat dari pihak berwenang atas izin kepemilikan narkotika, terdakwa tidak punya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau