Eva: Foke Intimidasi Korban Kebakaran

Kompas.com - 09/08/2012, 19:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke dinilai telah mengintimidasi korban kebakaran Karet Tengsin dengan pernyataannya menyuruh "nyolok" di Solo jika memilih Jokowi. Sebagai pemimpin, Foke seharusnya mengutamakan kebutuhan para korban ketimbang kebutuhan pribadi.

"Rakyat yang sedang menderita dan butuh perlindungan malah jadi tumpahan kemarahan, intimidasi, dan ejekan. Tentu korban kecewa karena gubernur fokus pada pilkada," ucap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Kamis (9/8/2012).

Menurut Eva, Foke telah dikuasai oleh kepentingan pribadinya. Akibatnya, Foke kehilangan empati terhadap para korban kebakaran.

Eva mengatakan, sikap itu menyiratkan bahwa Foke menggunakan jabatannya sebagai gubernur untuk kepentingan kampanye menghadapi putaran kedua.

"Itu sangat memprihatinkan karena pernyataan itu amat tidak relevan dan bukan termasuk agenda kunjungan," ujar Eva.

Foke sendiri enggan berkomentar mengenai pernyataannya saat bertanya kepada korban kebakaran perihal pilihan dalam Pilkada DKI putaran kedua. "Sekarang lo nyolok siapa? Kalo nyolok Jokowi, mending mah bangun di Solo aja."

Adapun tim sukses Foke-Nachrowi Romli menyebut Foke hanya bercanda.

"Soal dialognya dengan warga seperti yang dimuat di berita itu lebih kepada Pak Fauzi bercanda dengan warga. Inilah bentuknya beliau merasa dekat dengan warga sehingga beliau tetap tampil apa adanya walaupun ada kamera," ujar Ketua Media Center Foke-Nara, Kahfi Siregar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau