Tiga Investor Berminat Beli Bank Mutiara

Kompas.com - 09/08/2012, 21:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan, saat ini ada tiga investor yang berminat untuk membeli PT Bank Mutiara Tbk (BCIC). Namun hingga saat ini investor tersebut masih sebatas menyatakan ketertarikan saja.

"Ada tiga investor yang berminat, dua asing dan satu lokal. Saat ini dua investor sudah verifikasi, tapi yang satu belum," terang Direktur Keuangan LPS Mirza Mochtar saat konferensi pers di Sate Khas Senayan Pakubuwono Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Mirza menjelaskan, dua investor tersebut merupakan perusahaan private equity. Namun Mirza enggan menjelaskan asal satu investor sisanya.

Sebenarnya, jumlah investor yang berminat membeli Bank Mutiara ini setiap tahun terus menurun. Bermula dari sembilan investor dan kemudian tujuh investor. Namun semua investor tersebut menyatakan mundur.

"Minggu depan satu investor lagi akan melalui tahap verifikasi. Bila semua OK, baru mereka harus melakukan penawaran awal, due diligence dan penawaran akhir," jelasnya.

Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara menjelaskan, penjualan Bank Mutiara selama ini terhambat oleh nilai buku (price to book value/PBV).

"Saat ini harga nilai buku bank paling tinggi (BCA) hanya 4 kali, tapi nilai buku Bank Mutiara justru 6,5 kali," jelas Mirza.

Jika dibandingkan, nilai buku Bank Mandiri saja hanya 3 kali, Bank BRI hanya 2 kali dan bank-bank di Eropa hanya satu kali, dan rata-rata bank di Asia hanya satu hingga satu setengah kali.

"Jadi orang akan membandingkan nilai bukunya," jelasnya.

Sesuai Undang-undang LPS, penjualan Bank Mutiara akan diberi waktu hingga 6 tahun sejak penyertaan modal sementara (PMS) pada 2008 lalu. Hingga tahun kelima (2013), harga penjualan Bank Mutiara harus sesuai PMS yaitu Rp 6,7 triliun.

"Jika masuk tahun keenam (2014), maka harga bank akan ditentukan yang terbaik," jelasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau